Bagi Para Marketing, Inilah Tiga Teknik Dasar yang Harus dikuasai agar Closing dengan Mudah dan Cepat

  • Bagikan

Business | Consultant | Motivator 

Jika kita sering melihat apa yang menyebabkan seseorang sukses secara materi, bisa dipastikan karena memiliki keahlian tertentu. Seperti seorang dokter keahliannya melakukan tindakan medis, seorang pengacara keahliannya melakukan pembelaan hukum kepada terdakwa disidang pengadilan, seorang motivator keahliannya memberikan motivasi dalam sebuah kegiatan training. Begitu juga seorang marketing keahliannya mampu dengan mudah melakukan penjualan produk kepada para konsumennya. 

Keahlian dalam bidang pemasaran kita sering sebut dengan selling skills atau keahlian menjual. Keahlian ini merupakan keterampilan mempengaruhi orang lain agar mau membeli produk yang ditawarkan si Marketer. Coba anda bayangkan jika anda mampu menjual property seharga 1 M, biasaya pemilik property akan memberikan fee marketing 5% sampai dengan 10% dari nilai transaksinya. Artinya anda berpeluang mendapatkan 50 juta sampai dengan 100 juta jika fee marketing 5% s.d 10% dengan transaksi 1 M. 

Menjanjikan bukan menjadi seorang marketing, dengan kemampuannya menjual sesuatu bisa memiliki pendapatan yang besar. Hanya untuk bisa menjadi ahli kita harus terus belajar dan praktek secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama, sehingga kita semakin mendalami kemampuan kita. Berikut tiga teknik utama melakukan metode Selling Skill yang wajib dimiliki oleh seorang marketing untuk dapat closing dengan mudah.

1. Teknik Probing

Teknik probing atau melakukan penyelidikan dibutuhkan sebagai langkah awal sebagai seorang marketing, mulai dari latar belakang si prospek, tingkat peluangnya, serta apa yang menjadi permasalahan terbesarnya dikaitkan dengan kebutuhan produk yang ingin kita tawarkan. Contohnya kita mendapatkan informasi ada sebuah perusahaan yang ingin mendapatkan suatu alat atau system yang mampu membasmi virus,karena para karyawan disana pernah terkena virus. Sebagai marketing, maka ini merupakan peluang yang harus anda manfaatkan jika anda bergerak dibidang penjualan alat pembasmi virus. Didalam melakukan probing anda harus mampu membuat janji kepada prospek agar bisa bertemu sehingga kita bisa menggali apa yang menjadi kebutuhannya secara lebih detail. 

Didalam teknik probing gunakan banyak kata tanya dan usahakan prospek kita yang banyak berbicara. Contoh kata tanya adalah : apakah, pernahkah, taukah, sudahkah, bukankah, bisakah, bagaimana, kapan, dimana dan berapa. Contoh pertanyaannya sudah berapa banyak karyawan Bapak/Ibu yang terkena virus tersebut ? Sudah berapa lama Bapak/Ibu mengalami permasalahan ini ? dengan menggali kebutuhannya kita bisa memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesalahan seorang Salesman sering kali tidak memahami apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan prospek sehingga salah dalam memberikan penawaran suatu produk.

2. Teknik Supporting

Setelah melakukan teknik probing, maka selanjutnya kita melakukan teknik supporting. Teknik ini adalah ucapan memberikan dukungan terhadap apa yang menjadi statement sicalon konsumen kita, sehingga terbangun dulu frekwensi yang sama antara kita dengan prospek. Didalam melakukan pendekatan kita dilarang keras menyanggah kalimatnya, apalagi sampai berdebat dengan calon konsumen kita. Karena yang butuh sebenarnya kita, makanya kita yang harus mampu membangun komunikasi persuasive diantaranya kita support dan kita berempati terhadap apa yang menjadi permasalahannya. 

Contoh kalimatnya seperti ini : “yaa…benar sekali/ setuju sekali/ saya sependapat dengan apa yang Bapak/Ibu sampaikan, bahwa memang permasalahan yang Bapak/Ibu hadapi ini menjadi permasalahan hampir semua orang. Intinya prospek merasa bahwa kita peduli terhadap persoalannya, dan nanti kemudian kita datang sebagai problem solver dari permasalahannya. Setelah kita memberikan dukungan dan prospek sudah merasa nyaman secara emosional, barulah kita mempengaruhinya agar prospek kita bersedia membeli produk kita.

3. Teknik Closing

Ini merupakan teknik penentu, dengan teknik ini maka kita akan mendapatkan transaksi. Sebelum melakukan closing kita harus melihat dulu apakah ada buying signalnya calon konsumen kita. Berikut pernyataan prospek yang merupakan buying signal (sinyal mau melakukan pembelian) :

  • Ya, saya mau….
  • Ya saya suka…..
  • Ya, saya setuju….
  • Ya, kedengarannya bagus…
  • Ya, kelihatannya cocok…
  • Ya, sepertinya praktis….
  • Ya, sepertinya canggih….
  • Ya, sepertinya bisa menghemat…..
  • Ya, sepertinya murah….

Sedangkan pada aspek ekspresi wajah, biasanya mereka wajahnya tersenyum, senang, gembira dan mereka banyak mengaggukkan kepala. Jika kita sudah melihat buying signal seperti ini, maka barulah lakukan closing dengan cara :

  • Menyimpulkan kembali kebutuhan prospek, serta manfaat produk yang telah disetujui prospek selama pembicaraan tadi.
  • Berikan sales order untuk ditandatangani sebagai bukti dia bersedia membeli produk yang kita tawarkan.
  • Memberikan teknik pertanyaan doble bind untuk system pembayarannya, ini merupakan teknik pertanyaan dengan cara menawarkan dua pilihan yang berbeda tetapi hakikatnya sama. Misal Bapak/Ibu mau membayar secara cash atau transfer. Dua pertanyaan ini maknanya sama, yakni sama-sama harus membayar produk tersebut.

Demikianlah tiga teknik dasar yang paling dibutuhkan bagi seorang tenaga penjual/salesman agar sukses menjalani profesi sebagai marketing. Jika artikel ini bermanfaat silahkan share kepada siapa saja yang menurut anda penting informasi ini diberikan. 


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *