Inilah Mengapa Penting Memiliki Kecerdasan Emosional untuk Meraih Kesuksesan Hidup

  • Bagikan

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengetahui apa yang kita dan orang lain rasakan. Orang lain yang dimaksud sini adalah mereka selama ini sering berinteraksi dengan kita. Bisa jadi mereka adalah keluarga kita, atasan kita, rekan sejawat, bawahan, atau pelanggan kita. Kita tahu bahwa kesuksesan kita sangat tergantung dengan siapa kita berinteraksi dan berada dilingkungan yang mana kita sehari-hari. Karena kematangan emosi sangat terkait dengan bagaimana kemampuan kita membangun relasi, maka kesuksesan jangka panjang sangat terkait erat dengan kecerdasan emosional kita.

Orang-orang yang memiliki kematangan emosional yang baik, biasanya mereka lebih berempati, komunikatif, lebih tinggi rasa humornya, dan lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Mereka biasanya mampu menyeimbangkan rasio dan emosi, tidak terlalu sensitif dan emosional, namun juga tidak dingin dan terlalu rasional. Pendapat mereka dianggap selalu obyektif dan penuh pertimbangan. Orang yang memiliki kematangan emosi mampu mengelola stresnya, karena biasa dengan leluasa mengungkapkan perasaan bukan memendamnya. Mereka mampu memisahkan antara fakta dengan opini, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gossip, namun tetap bisa tegas dan berani dalam mengemukakan pendapat jika merasa benar. Berbekal kemampuan komunikasi dan hubungan interpersonal yang tinggi mereka selalu mudah menyesuaikan diri karena fleksibel dan mudah beradaptasi.

Kecerdasan emosional juga membuat seseorang tidak mudah menyerah, tidak mudah berputus asa dan mengalami yang namanya frustasi, justru mereka mampu menjaga motivasi untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Inilah sebabnya mengapa orang yang memiliki kematangan emosional akan mendapatkan kesuksesan untuk jangka waktu yang panjang.

Namun sayangnya tidak mudah memiliki kercerdasan emosional karena  emosi sendiri jumlahnya sangat banyak dan skalanya juga bervariasi dari yang kecil, sedang sampai yang terbesar.  Misal tentang marah, bolehkan kita marah ? jawabnya tentu boleh, tetapi marah kepada orang yang benar, dengan cara yang benar, dengan skala yang benar itu tidak mudah, karena sulit diukur dengan skala kuantitatif. Maka dengan kecerdasan emosi yang baik seseorang akan bisa marah dengan cara yang benar. 

Begitu juga misal perasaan sedih yang bisa menimbulkan prustasi, barangkali kita pernah melihat seorang yang berpendidikan tinggi ternyata tidak mampu mengandalikan diri ketika ditinggalkan orang yang dicintainya, karena kesulitan mengendalikan emosi sedih dan takut  kehilangannya. Belajar kecerdasan emosi tidak mudah, dia butuh pengalaman langsung bagaimana merasakannya. Misal dalam contoh diatas mengenai orang yang berpendidikan tinggi tapi tidak mampu mengendalikan dirinya ketika kehilangan orang yang dicintainya, hal itu dirasa wajar karena dia belum pernah mengalami perasaan emosi kehilangan atau ditinggalkan. Inilah yang menyebabkan mempelajari kecerdasan emosi itu tidak mudah, wajar bila Danile Goleman dalam buku emotional intelligence menjelaskan bahwa kecerdasan emosional ini menyumbangkan 82% untuk seseorang meraih kesuksesan hidupnya. 

Kecerdasan emosional dapat diasah, dari berbagai refrensi dijelaskan bahwa bagaimana cara kita mengasah kecerdasan emosional dengan senantiasa berfikir positif, banyak membangun hubungan persahabatan, senantiasa memikirkan dampak dari kata-kata yang kita ucapakan, dan mampu mengelola emosi negatif kita untuk tidak berdampak terhadap tindakan negatif. Semoga kita semua menjadi orang yang mampu mempertajam terus kecerdasan emosional kita agar dapat lebih cepat meraih kesuksesan kita.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *