Inilah penyakit Ain Menurut Islam, penyebab dan cara menanganinya

  • Bagikan

 ProHRD.org – Situs Media Online, Penyakit ‘ain ini merupakan  salah satu gangguan yang disebabkan oleh pandangan mata. Di mana apa yang kita lihat bisa memengaruhi perasaan dan pikiran yang berdampak negatif bagi kesehatan. Lebih lanjut kondisi ini bisa menyebabkan berbagai gangguan penyakit fisik yang berbahaya hingga mengancam nyawa. Sebagian kalangan menganggap ‘Ain itu mustahil. Mereka tidak percaya adanya pengaruh ‘Ain yang membinasakan. Sehingga mereka tidah mau belajar apa itu Ain. 

Inilah Penyebab penyakit Ain penyebab dan cara menanganinya

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam  pernah bercerita dalam kepada para sahabat, dahulu ada seorang Nabi yang punya pengikut banyak. Kemudian Nabi tersebut takjub dan mengatakan, “Tidak akan ada sesuatu yang membahayan mereka ini.” Kemudian pengikutnya mati 70.000 secara serentak dalam sehari. Lalu Allah mewahyukan kepadanya, “Engkau telah menimpakan ‘Ain pada mereka.” Perintahkan kepadamu, ketika engkau telah melemparkan ‘ain pada mereka, maka engkau bisa melindungi mereka dengan do’a. Kemudian Allah mengajarkannya sebuah do’a. ( Al-Adzkat an-Nawawi ) 

Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadits di atas yaitu

  •  Hadits ini menunjukan pada kita bahaya penyakit Ain, bahkan seorang Nabi sekalipun bisa saja mengenai ummatnya ‘Ain sehingga ummatnya binasa.
  • Allah memerintahkan untuk selalu mendoakan orang lain yang kita lihat, meminta keberkahan atasnya, dan mengahungkan kebesaran Allah. 
  •  Penyakit ‘Ain adalah salah satu penyakit ghaib, ia bermula dari penyakit hati, baik karena hasad, dengki, ataupun hanya takjub saja tidak ada kedengkian didalamnya.
  •  Hadits ini juga menjelaskan bahaya ‘Ain yang dapat membuat seseorang mati secara mendadak, bahkan mengakibatkan kematian massal.
  •  Dianjurkan agar kita mempelajari ciri dan bahaya ‘Ain, kemudian mengetahui pencegahnya serta cara mengobati ‘Ain. 

Sebagai praktisi Ruqyah, kita harus belajar lebih dalam tentang ‘ain. Karena gangguan Jin yang bercampur dengan ‘ain biasanya sangat sulit disembuhkan, kecuali setelah mengobati penyakit ‘ainnya dahulu.

Maka praktisi ruqyah hatus mengetahui ciri khas penyakit ‘ain, gejalanya, dan dampaknya di masyarakat.

Anda bisa belajat dari buku, ceramah, training dan bahkan kalau bisa bertalaqqi langsung pada fakar2 pengobatan ruqyah terkhusus dalam bidang penyakit ‘ain. 

Dengan kita mempelajarinya dengan serius maka akan banyak kaum muslimin yang terselamaykan dari bahaya penyakit ‘ain ini. 

Sebagai praktisi ruqyah kita juga rentan terkena ‘ain dari pasien atau dukun, bahkan ‘ain dari jin yang membenci kita. Kita sering mendapati istri, anak2 praktisi ruqyah sakit-sakitan, maka bisa jadi ini dampak ‘ain yang menimpanya. 

Untuk itu praktisi ruqyah harus lebih waspada dengan senantiasa melazimi zikir harian dan do’a yang di ajarkan oleh Rasulullah.

Penyakit ‘ain pun telah dikenal sejak zaman Nabi. Di mana rasulullah pernah menyarankan seseorang agar diruqyah untuk menyembuhkan penyakit ‘ain ini. Meskipun tidak dapat dapat diterima oleh akal pikiran manusia secara langsung, namun penyakit ‘ain dapat dikatakan benar adanya. Untuk itu setiap masyarakat perlu mewaspadai bahaya dari penyakit ini.

Seperti yang telah kami dijelaskan sebelumnya, bahwa penyakit ‘ain merupakan pernyakit yang disebabkan oleh pandangan mata. Dalam hal ini, pernah dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah, bahwa penyakit ain berasal dari kata ‘aana – ya’iinu yang berarti terkena sesuatu hal dari pandnagan mata.

Di sini, pandangan mata yang dimaksud adalah hal yang dilihat oleh mata yang menimbulkan kekaguman pada orang ketika melihat sesuatu akan diikuti oleh respon jiwa negatif. Kemudian jiwa tersebut akan menggunakan pandangan mata sebagai media untuk menyebarkan racunnya kepada hal yang dipandang tersebut. Gangguan ‘ain ini dapat berupa penyakit, kerusakan bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Semoga pesan ini bermanfaat, sebagai wujud kecintaan saya pada praktisi ruqyah dimanapun berada. Antum adalah pejuang, maka antum harus ada perisai yang kuat dari serangan musuh yang tak nampak mata.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *