Agar jangan Gagal, Sebaiknya Anda Baca dulu Artikel ini Sebelum Berwirausaha

  • Bagikan

Menjadi wirausaha adalah pekerjaan yang mulia karena selain menjadi seorang yang mandiri dalam mendapatkan penghasilan, seorang wirausaha dapat memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Kewirausahaan  pada hakekatnya adalah sifat, ciri dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu anda ketahui apabila memilih berprofesi menjadi wirausaha.

A.  4 Kemampuan Seorang Wirausaha

1.  Kemampuan (IQ & Skill)

  • Kemampuan membaca peluang;
  • Kemampuan berinovasi;
  • Kemampuan mengelola;
  • Kemampuan menjual.

2.  Keberanian (EQ & Mental)

  • Keberanian mengatasi ketakutan;
  • Keberanian mengendalikan resiko
  • Keberanian keluar dari zona kenyamanan

3.  Keteguhan Hati (Motivasi Diri)

  • Persistence (ulet), pantang menyerah
  • Determinasi (teguh dalam keyakinannya)
  • Kekuatan akan pikiran (power of mind) bahwa anda juga bisa.

4.  Kreativitas

     Kreativitas Mencari peluang (experiences)

B. Tantangan Menjadi Wirausaha

  • Pendapatan tidak pasti & resiko
  • Bekerja keras & waktu/jam kerja panjang
  • Kualitas hidup masih rendah s/d usahanya berhasil, sebelumnya harus berhemat
  • Tanggung jawab sangat besar, banyak keputusan yang harus dibuat walau kurang menguasai persoalan

C. Cara Menumbuhkan Mental Berwirausaha

1. Dari Lingkungan Pergaulan

Dorongan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dapat berasal dari lingkungan pergaulan teman, famili, sahabat, karena mereka dapat berdiskusi tentang ide wirausaha, masalah yang dihadapi dan cara-cara mengatasinya. Sehingga mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berfikir lamban dan malas.

2. Melalui Kegiatan Training Motivasi/Seminar

Kegiatan pelatihan atau seminar motivasi dapat membangkitakan semangat berwirausaha disebabkan karena adanya transfer knowledge dari pembicara kepada audiens sehingga terjadi perubahan mindset. Beberapa pembicara /motivator top dalam membangkitkan semangat berwira usaha adalah Ipho Sabtosa dengan  materi mendapatkan penghasilan 100 juta pertama dan Ust.Nasrullah dengan maghnit rizkinya.

3. Keadaan yang Memaksa

Karena kesulitan mendapatkan pekerjaan, menuntut orang untuk tetap memiliki penghasilan, sehingga tidak sedikit orang kemudian memulai usaha karena keadaan yang seperti ini. Namun demikian apapun yang melatarbelakanginya akhirnya orang melihatnya sebagai wirausaha.

4. Melalui Komitmen Pribadi

Jiwa wirausaha ditandai dengan adanya komitmen pribadi untuk dapat mandiri, mencapai sesuatu yang diinginkan, menghindari ketergantungan pada orang lain, agar lebih produktif dan untuk memaksimalkan potensi diri. Anda dapat memprogram ulang diri anda untuk sukses melalui deklarasi tertulis, bahwa pikiran perasaan, ucapan dan tindakan anda akan selalu diperbaiki ke arah yang lebih baik (buat 1 deklarasi setiap hari selama 1 bulan)

D. Kompetensi Wirausaha

  • Kemampuan Teknik, yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya.
  • Kemampuan Pemasaran, yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat
  • Kemampuan Finansial, yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya
  • Kemampuan Hubungan, yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari, memelihara dan mengembangkan relasi dan kemampuan komunikasi serta negosiasi

E. Hal yang Harus di Perhatikan Sebelum Memulai Usaha

  1. Bidang dan jenis usaha yang akan dimasuki
  2. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih
  3. Tempat usaha yang akan dipilih
  4. Organisasi usaha yang akan digunakan
  5. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
  6. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh 

F. Faktor yang Menyebabkan Gagal Berwirasuaha

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Ada beberapa faktor faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya, adalah : 

1. Tidak kompeten dalam manajerial. 

Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman 

Baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan. 

Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. 

4. Gagal dalam perencanaan. 

Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

5. Lokasi yang kurang memadai. 

Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

G Beberapa Potensi yang Membuat Mundur Berwirausaha

1. Pendapatan yang tidak menentu

Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan, dalam bisnis tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Dalam bisnis, sewaktu waktu kita dapat rugi atau untung. Kondisi ketidaktentuan ini menjadi potensi seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.

2. Kerugian akibatnya Hilangnya Modal Investasi

Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Dari data diketahui bahwa tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Padahal bagi seorang wirausaha, kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.

3. Kualitas kehidupan yang tetap rendah meskipun usahanya mantap

Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha, akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Misalnya, pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. 

H. Kiat-Kiat dalam Manajemen Wirausaha

Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis, bila usahanya ingin berhasil para wirausaha menggunakan proses kreatifitas dan inovasi sebagai alat pemberdayaan sumber-sumber ekonomi untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa disamping fungsi-fungsi manajemen.

Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks organisasinya. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha, maka semakin sederhana organisasinya. Pada lingkup atau skala usaha kecil, organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. 

Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan “owner business manager”, jika skala dan lingkup usahanya semakin besar, maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. 

Bagian bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan, bagian pembelian, bagian pengadministrasian, dan bagian keuangan masing masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. 

I. Studi Kelayakan Usaha

  • Untuk merintis usaha baru, misalnya untuk membuka toko, membangun pabrik, mendirikan perusahaan jasa, membuka usaha dagang, dan lain sebagainya.
  • Untuk mengembangkan usaha yang sudah ada, misalnya untuk menambah kapasitas pabrik, untuk memperluas skala usaha, untuk mengganti peralatan/mesin, untuk menambah mesin baru, untuk memperluas cakupan usaha, dan sebagainya.
  • Untuk memilih jenis usaha atau investasi/proyek yang paling menguntungkan, misalnya pilihan usaha dagang, pilihan usaha barang atau jasa, pabrikasi proyek A atau proyek B, dan lain sebagainya 
  • Pihak Wirausaha (Pemilik Perusahaan) Studi kelayakan sangat penting dilakukan supaya kegiatan bisnisnya tidak mengalami kegagalan dan dapat memberi keuntungan sepanjang waktu.  
  • Pihak Investor dan Penyandang Dana,  Studi kelayakan digunakan sebagai bahan pertimbangan layak tidaknya investasi dilakukan. Apakah investasi yang dilakukannya memberikan jaminan pengembalian investasi (return on invesment) yang memadai atau tidak. 
  • Pihak Masyarakat dan Pemerintah, Studi kelayakan juga diperlukan terutama sebagai bahan kajian apakah usaha yang didirikan atau dikembangkan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya atau malah merugikan. Bagaimana dampak lingkungannya apakah positif atau negatif. 
  • Tujuan dilakukannya studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran penanaman modal yang terlalu besar pada peluang bisnis yang kurang menguntungkan. Tentu saja studi kelayakan ini akan memakan biaya, tetapi biaya tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan resiko kegagalan dari investasi bisnis.

J. Tahapan Penemuan Ide Usaha

  • Tahap penemuan ide ialah tahap dimana wirausaha memiliki ide untuk merintis usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada. Ide tersebut kemudian dirumuskan dan diidentifikasi.
  • Tahap ini adalah tahap perumusan visi dan misi bisnis. Apa visi dan misi bisnis yang hendak diemban, setelah jenis bisnis tersebut diidentifikasi? 
  • Apakah visi dan misi bisnis yang akan dikembangkan tersebut benar benar dapat menjadi kenyataan atau tidak. Semuanya dirumuskan dalam bentuk tujuan. 

K. Tahapan Analisis

Tahap ini adalah tahap pengkajian ide bisnis, apakah ide bisnis anda akan dapat mencapai tujuan atau tidak. Aspek aspek yang harus dikaji dan dicermati adalah :

  • Aspek Pasar, (mencakup produk yang akan di pasarkan, peluang pasar, permintaan dan penawaran, segmentasi pasar, pasar sasaran, ukuran pasar, perkembangan pasar, struktur pasar dan strategi bersaing).
  • Aspek Teknik Produksi / Operasi, (lokasi, bangunan gedung, mesin dan peralatan, bahan baku dan bahan penolong, tenaga kerja, metode produksi, lokasi dan lay out pabrik, atau tempat usaha).
  • Aspek Manajemen / Pengelolaan, (organisasi, aspek pengelolaan, aspek tenaga kerja, aspek kepemilikan, aspek yuridis, aspek lingkungan, dan sebagainya. Aspek yuridis dan lingkungan perlu menjadi bahan analisis sebab perusahaan harus mendapat pengakuan dari berbagai pihak dan harus ramah lingkungan).
  • Aspek Finansial / Keuangan, (sumber dana, penggunaan dana, proyeksi biaya, proyeksi pendapatan, proyeksi keuntungan dan proyeksi aliran kas).
  • Aspek lain-lain yang relevan, antara lain seperti : Aspek Ekonomi, Aspek Keamanan, Aspek Sosial Budaya, Aspek Amdal, dll

L. Memahami Peluang Bisnis

1. Peluang muncul dari Masalah

Masalah-masalah yang muncul dalam kehidupan justru memberikan atau melahirkan banyak peluang usaha. Sebab semua masalah memerlukan solusi, alternatif pemecahan dan jalan keluar yang dapat memberikan nilai ekonomis bagi yang mampu menawarkannya sesuai kebutuhan yang ada.

2. Peluang Muncul dari Kebutuhan

Dalam kehidupan setiap manusia wajib memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup, baik kebutuhan dasar maupun pengembangannya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain :

  • Sandang 
  • Pangan 
  • Papan (Perumahan)
  • Pendidikan 
  • Kesehatan
  • Dsb

Semua kebutuhan diatas memunculkan permintaan dan penawaran, maka melahirkan peluang-peluang untuk memenuhi permintaan. Dalam perkembangnya, kebutuhan manusia akan barang dan jasa meningkat dengan sangat dasyat baik dalam jenis komoditinya maupun jumlahnya. Karena itu terdapat berjuta-juta peluang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut

3.  Peluang Muncul karena di Ciptakan

Peluang muncul, bukan saja karena timbulnya masalah, kebutuhan dan keinginan baru, tetapi juga bisa muncul karena diciptakan. Seorang wirausahawan dicirikan dengan banyaknya pemikiran-pemikiran baru dan mencoba untuk mengimplementasikan hasil pemikirannya, sehingga bisa menciptakan nilai tambah dari setiap produk dan jasa yang dihasilkan. Jadi dalam proses penciptaan kreasi dan inovasi baru tersebut dapat menciptakan peluang-peluang usaha baru. 

M. Tahapan Keputusan untuk Berwirasuha

Langkah yang terakhir adalah tahapan mengambil keputusan. Apakah bisnis layak dilaksanakan atau tidak. Karena menyangkut keperluan investasi yang mengandung risiko, maka keputusan bisnis biasanya berdasarkan beberapa kriteria investasi, seperti Pay Back Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *