Inilah Konsep Pengembangan SDM yang Efektif untuk Lingkungan Organisasi yang Penuh Kompetitif

  • Bagikan

Pelaksanaan program pengembangan SDM pada organisasi di negara maju telah menunjukkan keberhasilan dengan menggunakan suatu praktek pengelolaan SDM yang efektif melalui sejumlah cara dalam meningkatkan keterampilan dan keahlian SDM pada organisasi. Berikut beberapa hal yang harus dilakukan dalam melakukan pengembangan dan pengelolaan SDM untuk menghasilkan suatu organisasi yang efektif.

  • Melakukan identifikasi skill dan kualitas SDM yang relevan dengan tuntutan lingkungan.
  • Dapat memilih SDM yang memiliki kinerja yang tinggi dan potensial.
  • Dapat memenuhi kebutuhan organisasi dan invidu.
  • Dapat menilai kinerja SDM secara objektif.
  • Dapat memberikan kompensasi yang memadai kepada tenaga kerja sesuai dengan bidang keahliannya.
  • Dapat membangun lingkungan kerja yang kondusif.
  • Senantiasa dapat meningkatkan motivasi kerja anggota organisasi.

Praktek pengembangan dan pengelolaan SDM tersebut menunjukkan bahwa dunia kerja masa kini dan yang akan datang telah mengalami perubahan. Peran SDM dalam organisasi mempunyai arti yang sama pentingnya dengan pekerjaan itu sendiri, sehingga interaksi antara organisasi dan SDM menjadi fokus perhatian para manajer. Oleh sebab itu nilai-nilai (values) baru yang sesuai dengan tuntutan lingkungan organisasi perlu diperkenalkan dan disosialisasikan kepada semua individu di dalam organisasi.

Organisasi Masa Depan

Organisasi di masa depan akan cenderung berbentuk datar (flat) dan ramping (lean). Bentuk organisasi tradisionil yang hirarkis akan digantikan dengan bentuk jaringan (network) yang lebih memberdayakan kerjasama kelompok. Melalui organisasi yang demikian setiap individu akan memiliki informasi dengan mudah sehingga tidak selalu hanya terletak pada pimpinan organisasi. Pengembangan karir akan lebih didasarkan kepada berbagai bentuk tugas-tugas ketimbang urutan (sequence) posisi jabatan bagaikan urutan tangga-tangga ke arah yang lebih tinggi.

Dalam konteks ini, individu akan bekerja pada organisasi kluster di mana individu tidak lagi terikat secara kaku dengan tingkatan management yang hirarkis. Organisasi yang bersifat kluster tersebut memberikan kebebasan untuk mencapai yang diberikan pada unit tersebut. Agar organisasi yang demikian berhasil ada 4 (empat) kondisi yang dibutuhkan organisasi, yaitu mission, kompetensi, sistem informasi manajemen dan budaya organisasi.

Kejelasan misi organisasi merupakan prasyarat bagi keberhasilan suatu organisasi dalam bentuk apapun. Aspek kompetensi menunjukkan bahwa perhatian organisasi lebih difokuskan kepada kompetensi SDM. Jika kita menggunakan SDM sebagai faktor penentu organisasi, maka kompetensi menjadi aspek yang menentukan keberhasilan organisasi.

Apabila kerja tim dalam organisasi kluster mereka memiliki kebebasan atau otonomi untuk menentukan seberapa baik mereka mencapai misi, tidak diberikan akses informasi maka organisasi tersebut akan kembali pada bentuk organisasi klasik. Organisasi kluster akan menggantungkan keberhasilannya kepada kemauan SDM untuk lebih bertanggung jawab kepada tugas yang didelegasikan kepada kluster mereka masing-masing. 

Tanggung jawab tersebut membutuhkan keberanian mengambil resiko dan bertanggung jawab atas tindakan-tindakan yang diambil tanpa menyerahkan tanggung jawab kepada tingkat manajemen yang lebih tinggi. Dengan konsep pengembangan SDM sebagaimana yang diuraikan diatas, maka organisasi yang berada pada lingkungan organisasi yang penuh kompetitif dapat mampu bersaing dan survive dengan jangka waktu yang lama.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *