News  

7 Cara Mengendalikan Emosi saat Menghadapi Istri Keras Kepala

Kehidupan keluarga tidak lepas dari yang namanya persoalan. Masalah yang dihadapi tidak hanya satu, mungkin ada banyak mulai dari aspek ekonomi, kurangnya komunikasi, sifat egois, keras kepala dan lain sebagainya. Suami yang menghadapi istri yang keras kepala cenderung sukar untuk menahan marah. Lantas bagaimana cara suami mampu menertibkan emosi saat menghadapi istri yang keras kepala?

Khususnya untuk pasangan yang gres menjalin kehidupan berumah tangga, mungkin baru saja Anda mengenali sifat asli dari pasangan Anda. Bukan mustahil bila ketika masih berpacaran dahulu, Anda belum menemui atau menghadapi sifat pasangan yang satu ini. Sehingga pada saat memasuki ijab kabul, ada berbagai macam faktor yang menciptakan suami dan istri berantem.

Saat ini, apakah istri Anda sangat menjengkelkan? Sejengkel apapun Anda terhadap kelakuannya, selalu ingat untuk jangan sekalipun Anda membentak istri Anda atau bahkan main tangan. Sebab balasan yang ditimbulkan bisa fatal dan mengancam keselarasan rumah tangga Anda.

Supaya tidak makin memperparah situasi, silahkan simak cara dan kiat mengontrol emosi ketika menghadapi istri yang keras kepala.

7 Cara Mengendalikan Emosi ketika Menghadapi Istri Keras Kepala
Cara%2Bmenghadapi%2Bistri%2Bkeras%2Bkepala

1. Redam emosi Anda

Langkah pertama untuk menghadapi istri yang keras kepala ialah meredam emosi. Bisa jadi sifat keras kepala ini muncul karena istri sedang emosi. Oleh alasannya itu, semestinya tunggu sampai emosinya mereda kemudian cari waktu yang tepat dan suasana yang tenteram untuk mampu kembali membahas dilema tersebut. Nah, dikala sambil menunggu ini Anda mampu mencoba mengendalikan emosi agar jangan sampai terpancing.

Tahukah Anda orang yang sedang keras kepala dan murka, lazimnya sedang membangun pertahanan biar tidak terjangkit oleh pihak lawan. Apabila Anda terus melawan dan tidak mau menyerah, karenanya bukan malah membaik tetapi benteng pertahanannya tidak akan roboh dan menjadi tambah keras kepala.

Baca Juga  Sultan Medan Traktir Fuji Sarapan Mewah Seharga Nyaris Puluhan Juta: Lambung Aku Kaget

2. Ketahui penyebabnya

Selanjutnya yang perlu dikerjakan yakni cobalah berupaya untuk mencari tahu apa penyebab istri menjadi keras kepala. Coba renungkan beberapa pertanyaan mirip kapan ia mulai menjadi orang yang keras kepala? Atau apa penyebab sampai ia mulai bersikap seperti itu?

Memang egois dan pemarah bisa jadi yakni huruf bawaan alasannya lingkungan keluarga, duduk perkara sifat yang menyesuaikan diri dengan lingkungan gres, atau alasannya secara tidak sadar, ada sikap dari suami yang kurang berkenan di hati istri sehingga membuatnya marah dan keras kepala.

3. Hadapi dengan Bijaksana

Seperti yang telah kita singgung sedikit di permulaan pembahasan bahwa mengalah adalah salah satu solusi yang tepat untuk menghadapi perilaku keras kepala sang istri. Ada kalanya sifat buruk mirip keras kepala dan egois bisa muncul alasannya adalah situasinya sedang tidak baik. Hasilnya emosinya menjadi tidak stabil dan kurang berfikir akil balig cukup akal.

Apabila hal itu yang terjadi, cobalah bijaksana dengan tidak melawan namun juga tidak membiarkan. Anda bisa mengamati dikala saat emosi sang istri mulai menurun dan kembali mampu berfikir lebih jernih. Pada dikala itulah Anda bisa mengontrol situasi ke arah yang faktual.

4. Membicarakannya baik baik

Sebagaimana yang kita tahu, komunikasi ialah salah satu kunci kesuksesan dalam sebuah kekerabatan. Tanpa adanya komunikasi yang baik antar anggota keluarga, maka keluarga akan dipastikan tidak harmonis dan tidak bahagia. Oleh alasannya adalah itu, sesudah mengetahui suasana yang baik untuk mengatakan, cobalah untuk mengkomunikasikan problem dengan baik baik secara empat mata.

Jika tanpa adanya komunikasi dan hanya dipendam karenanya mampu menimbulkan kesalahpahaman. Obrolan harus kalem dan nyaman untuk mengutarakan isi hati. Jangan hingga gunakan kata kata yang bisa menyingung. Pilihlah kata kata yang bagus dan bisa menentramkan, tunjukkan rasa kasih sayang lewat ucapan Anda untuk memperlihatkan solusi yang jujur.

Baca Juga  Aurel Hermansyah Akhirnya Jadi Ibu, Ashanty Beberkan Perannya dalam Proses Persalinan Baby A

5. Hindari menggunakan suara tinggi

Nada suara tidak sedikit juga mampu mempengaruhi perasaan seseorang. Nada yang kita gunakan saat mengatakan bisa menunjukkan emosi kita. Jika nada suara Anda tinggi, hal ini menunjukkan kemarahan dan ketidaksantunan kepada pasangan Anda. Cobalah untuk mengontrol tinggi nada bunyi Anda menjadi lebih lembut dan sarat perasaan untuk menggugah perasaan pasangan utamanya bila pesan yang disampaikan ialah hikmah.

6. Hindari memotong pembicaraan

Saat berkomunikasi, mampu saja Anda ingin menyela atau tidak sabar memberikan pendapat. Namun, dalam hal ini, pertama tama yang perlu Anda lakukan yaitu mendengarkan baik baik istri Anda apalagi dahulu ketika mengatakan. Biarkan sang istri mengungkapkan segala hal yang mengganjal dihatinya, jangan coba untuk memangkas pembicaraannya atau bahkan hingga mengubah topik obrolan.

7. Minta Maaf dan Tunjukkan senyuman

Minta maaf yakni salah satu kata yang mampu memperbaiki sebuah kekerabatan dan meredam suasana yang menegangkan tergolong relasi suami istri. Jangan ragu atau malu untuk sekedar bilang minta maaf meskipun bukan sepenuhnya kesalahan Anda. Tunjukkan kalau Anda mengetahui perasaannya dengan menunjukkan senyuman.

Yang lebih penting, ucapan maaf bisa bermanfaat untuk membuat tingkat keras kepala istri mampu kembali lebih rendah dan stabil. Ada kemungkinan juga, senyuman yang suami berikan akan membantu istri untuk menertibkan sikapnya karena merasa sedikit aib.

Uraian diatas ialah gosip selengkapnya yang membahas beberapa cara praktis untuk mengontrol emosi ketika menghadapi istri yang keras kepala. Ini ialah penyelesaian efektif yang bisa diterapkan sesuai dengan suasana dan keadaannya. Ingin tahu banyak info unik dan mempesona lainnya? Selengkapnya ada di banyak-informasi.me

Suami selaku kepala rumah tangga sudah semestinya mampu menahan dan mengendalikan emosinya dengan baik saat sedang menghadapi problem tertentu dengan anggota keluarga khususnya istri. Sekarang banyak suami yang tidak sabar dan hasilnya berujung pada kekerasan rumah tangga, tetapi suami yang baik adalah suami yang senantiasa berpandangan faktual dan mempertahankan pasangannya apapun situasinya. Semoga bermanfaat.