//

7 Macam Tanaman Yang Bisa Menjadi Ladang Amal

  • Bagikan


 


Kalian punya
tanaman ini di rumah. Jangan heran kalau tetangga kalian rutin silaturrahim ke
rumah kalian. Iya punya tujuan, emang cuma hidup yang punya tujuan. Ah bukannya
manusia mahluk sosial, ada namanya simbiosis.

Mangga

Biasanya tanaman
ini selalu tersedia baik di halaman depan atau pekarangan belakang rumah. Baik
itu rumahnya di perumahan atau di kampung. Pohon mangga ini salah satu pohon
yang tidak perlu banyak perawatan, dan cara menanamnya cukup simpel. Bisa
dengan stek, sambung pucuk ataupun cangkok. Bisa juga bibit mangga tumbuh
sendirinya dari biji mangga yang pernah kalian makan, atau membeli bibitnya di
toko tanaman terdekat.

Tapi ketika
pohon mangga itu berbuah tentu bisa kita nikmati kalau sempet dan nggak
keduluan orang lain. Paling enak kalau tetangga di sekitar situ pada punya
pohon mangga masing-masing jadi menghindari perasaan kepingin.

Lain cerita
kalau pohon mangga itu hanya tumbuh di pekarangan depan rumah kalian. Biasanya
buah pohon kalau sudah agak membesar pasti di bungkus pakai koran atau plastik
gelap. Tujuannya apa sih? Biar tidak dimakan codot, ah kan codot juga makhluk
hidup masak nggak boleh ikutan menikmati.

Tapi buah yang
dibungkus kok berbuahnya dekat jalan raya. Iya biar nggak jatuh kalau kena
kendaraan besar,
bisa aja. Iya tahu biar pemiliknya bisa menikmati buah
mangga pas matangnya. Kan tahu sendiri masyarakat bagaimana, buah belum
waktunya udah keburu di ambil.

Sedangkan
keinginan pemilik pohon, buah matang di pohonnya bukan nunggu di imbuh dulu,
rasanya berbeda matang dari pohon dan matang di imbuh.

Jeruk Nipis

Jeruk nipis,
jeruk purut adalah jenis jeruk yang sering di tanam di rumah-rumah. Pohon jeruk
nipis sekali berbuah itu bisa banyak sekali buahnya. Dan jika masih pertama
kali berbuah, ukuran buahnya cukup besar, tapi kalau sudah berbuah gelombang kedua
dst sudah mulai berukuran sedang bahkan kecil.

Ibuku tidak
sengaja merawat bibit pohon jeruk nipis yang tumbuh liar di belakang rumah.
Kemudian di pindah di samping rumah, sekarang buahnya tumbuh lebat.

Makanya tidak
heran tiap pembeli selalu melirik jeruk nipis, kemudian mbak minta satu ya. Ya
silakan ambil, bagi yang jujur silakan. Yang bikin geregetan itu bilang minta
satu ambil satu dompol.

Apalagi kalau
alasannya nyari di pasar nggak ada jeruk nipis, minta ya mbak. Inginku
berdoa yang baik-baik, kalau mau minta nggak perlu berbelit-belit juga. Ya kali
satu pasar kagak ada yang jual jeruk nipis gemes deh.

Minta itu boleh
kok kata Ibu asal sewajarnya jangan serakah. Ibu lebih senang kalau ada yang
berniat beli, baik itu ¼ ½ 1 kg, malah beratnya dilebihin sama Ibu. Kalaupun
mau beli 1000, 2000 juga boleh, itu lebih terhormat saudara.

Jeruk Purut

Jeruk purut,
selain buahnya berguna untuk sambel daunnya juga kaya manfaat untuk masakan
misalnya, sayur lodeh, oseng-oseng, sampai lento. Kalau lagi langka, jalan
pintasnya adalah minta tetangga selembar, dua lembar, asal tidak berlebihan.

Pernah dengar
nggak sih, kalau daun jeruk purut terus-menerus dipetik bisa menyebabkan mati.
Awalnya tidak percaya, ternyata kejadian juga. Dulu pernah punya pohon jeruk
purut, tiap berapa hari sekali diminta orang warung cukup banyak ngambilnya. Eh
umurnya nggak lama mati.

Sekarang Ibu
nanam lagi, hasil minta bibit dari desa. Daripada di tanam pinggir jalan lebih
baik ditanam Ibu di deket pagar rumah agak jauh dari jalan raya.

Nah karena pohonnya
cukup tidak terlihat dari jalan raya, jadi yang minta daunnya jarang. Paling
saudara sendiri yang mengambil itupun nggak banyak, secukupnya.

Alhamdulillah
ulatnya juga banyak, makanan favorit ulat memang pohon jeruk purut itu.

Sereh

Ini nih juga
termasuk tanaman yang mudah sekali di tanam. Hanya tidak semua orang memiliki
keinginan menanam tanaman cuku simpel ini, tidak memerlukan lahan yang luas
juga.

Tanaman yang
biasa dijadikan bahan masakan kari, lodeh bisa tumbuh subur walau jarang
disiram. Kalau beli di pasar 1000 dapat tiga sampai 4 batang.

Daun Pisang

Pohon pisang
termasuk pohon yang bermanfaat semuanya, daunnya bisa untuk bungkus makanan,
buahnya bisa langsung dimakan atau diolah lagi, gedebok bisa untuk makanan,
kerajianan tangan, jantung pisang juga bisa di olah jadi makanan. Jadi kalau kalian
menanam pohon pisang tidak akan ada ruginya. Hanya perlu merampingkan
dedaunannya, biar nggak kayak alas roban.

Yang agak langka
sekarang itu daun pisang, karena sudah mulai banyak orang tidak memiliki pohon
pisang, dan solusinya jika ingin memasak yang menggunakan daun pisang harus
beli ke pasar dulu.

Karena mereka
tahu, daun pisang yang di jual di pasar tidak se segar dari pohonnya ditambah
harganya cukup melilit untuk senilai daun maka lebih tertarik daun pisang milik
tetangga. Nah bagi yang jujur mereka izin membelinya, bagi yang curang
mengambilnya diam-diam bisanya pas shubuh hari, bagi yang menghemat lebih sopan
meminta baik-baik.

Minta itu boleh
saja, asal mengikuti intruksi dari yang punya. Kalau meminta daun pisang untuk
masakan bothok misalnya yang dipakai pisang batu atau kluthuk, karena tekstur
daunnya keras. Kadang itu bikin kesal, minta daun pisang eh yang diambil daun
pisang buah. Alamat memperlambat pertumbuhan buahnya dong.

Disarankan untuk
mengambil daun ini, alasannya daunnya robek-robek mbak, juga tinggi tau
gitu kagak usah minta atau beli di sini cari sono di pasar bikin geregetan aja.

Makanya nggak
heran, kalau kalian menjumpai pohon pisang tumbuh liar di pinggir jalanan
biasanya dekat kali atau sungai dipastikan daunnya tercabik-cabik. Itu adalah
ulah mereka mengambil daun pisang tidak dengan hati, karena ogah beli di pasar
akhirnya cari gratisan hasilnya digrempesi daunnya sampai habis.

Menangis rasanya
menyaksikan pohon pisang diperlakukan tragis. Padahal menurut penelitian,
tumbuhan yang diperlakukan dengan buruk mereka juga bisa merasakan seperti
halnya manusia.

Kemangi

Si kecil wangi
seribu manfaat julukan itu pas untuk tanaman kemangi. Memang tumbuhannya kecil,
tapi kalau udah dicampur sama sambel, uluh-uluh nikmatnya tergantikan. Wajib
rasanya menanam sendiri di pelataran rumah.

Minta sekali,
dua kali nggak akan ada puasnya, mending minta biji kemangi kering terus di
sebarin di depan rumah. Jangan lupa disiram, insyaallah tumbuh dengan
sendirinya, apalagi musim hujan kayak gini, tinggal disebar ntar tumbuh
sendiri.

Jika dibandingkan
membeli di tukang sayur, harga satu unting 1500 rupiah. Makanya nggak heran
juga penjual sayur sengaja tidak menaruh kemangi di rak depan alias
disembunyikan di dalam biar nggak diambili per batang haha. Tau aja si
penjualnya, kalau pembeli suka males beli mending minta karena alasan butuhnya
sedikit.

Kan kasihan
juga, penjual sayur itu dapatnya dari kula’an di pasar bukan panen sendiri
hihi.

Ibuku lagi
proses menanam lagi tanaman ini, biar puas metik sendiri kalau mau nyambel. Lumayan
kalau udah berkembangbiak bisa sekebun penuh tanamannya.

Daun Pandan

Ada daun pandan
wangi dan daun pandan ijo. Biasanya lebih menarik daun pandan wangi untuk
diminta orang, karena kebutuhannya lebih sering dicari misalnya untuk masak
nasi, bikin kolak, dst. Ibuku kebetulan punya, tanamannya udah cukup besar
bahkan sudah beranak-pinak. Kelihatan dari jalan raya, sudah banyak tertarik
memetik daun pandan wangi.

Ibu sering
menyarankan agar mengambil tanaman daun pandan yang anakan, biar bisa ditanam
di rumah. Kurang baik apa coba Ibuku? Eh nggak lama, masih sama minta lagi
dengan alasan yang sama hadehh.

Kalau daun
pandan ijo untuk pewarna alami makanan, hidupnya dia cukup tenang sepi peminat
daripada daun pandan ijo banyak followersnya.

Menanam tanaman
sendiri di pekarangan atau pelataran rumah memang membawa manfaat bagi diri
sendiri dari orang lain. Harus sudah siap menerima resiko kalau hidup
bertetangga, pernah medengar sebuah ucapan kalau tanaman tetangga adalah
tanamanya dia juga
mau bagaimana lagi dari pada diberi label pelit oleh
masyarakat, pilih mana?

Bisa menjadi
ladang bershodaqoh, disaat mereka bisa ber amal dengan hartanya kita bisa
beramal dengan sedikit tanaman yang Allah titipkan untuk kita. Siapa tau
sedikit amal ini, suatu saat bisa mengubah nasib seseorang.

Hidup
bermasyarakat itu tidak mudah, meminta dan memberi bagai dua mata pisau tidak
terpisahkan dalam masyarakat. Ada kalanya kita senang bisa memberi apa yang
kita punya, adakalanya sedih saat orang lain meminta lebih pada kita. Manusiawi,
tidak ada makhluk yang sempurna.

Semoga kita semua
terhindar dari perilaku suudzon pada tetangga dan orang lain, fokus kita adalah
mulai menanam sendiri bahan dapur untuk investasi siapa tahu terjadi lonjakan
harga uang di dompet masih tetap aman, karena masih ada yang bisa dipetik
sendiri.

Lebih baik
memberi daripada meminta itulah slogan umat muslim.



Source link

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: