Berikut Penulisan Singkatan dan Akronim yang Benar, Sesuai dengan Aturan Bahasa Indonesia

  • Bagikan


Pexels.com/Tim Samuel

Penggunaan atau penulisan kata yang benar dalam Bahasa Indonesia merupakan hal yang sangat penting untuk dipahami. Kerap kali kita menjumpai penulisan kata yang sebenarnya tidak sesuai dengan aturan penulisan yang seharunya, baik itu dalam teks berita di artikel, skripsi dan tulisan-tulisan lain yang kadang kita luput menuliskannya dengan benar. 

Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai penulisan  singkatan dan akronim yang sesuai dengan aturan penulisan bahasa indonesia, dalam hal ini Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau yang dulu kita kenal dengan istilah Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis dalam mengikuti aturan penulisan Bahasa Indonesia yang tepat. Langsung saja, berikut aturan penulisannya. 

  • Singkatan nama orang, gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda titik pada setiap unsur singkatan itu. Misalnya, Abdul Haris Nasution (A.H. Nasution), Jenderal sudirman (Jend. sudirman), Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
  • Singkatan yang terdiri dari huruf awal setiap kata lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
  • Singkatan yang terdiri atas huruf  awal setiap kata yang bukan  nama diri ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya, Sekolah Menengah Atas (SMA), Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Singkatan yang terdiri dari dua huruf yang lazim dipakai dalam surat-menyurat masing-masing diikuti oleh tanda titik. Misalnya,  sampai dengan (s.d)
  • Lambang Kimia, singkatan satuan ukuran , takaran, dan mata uang tidak diikuti tanda titik. Misalnya, Carbon (C), Rupiah (Rp), dan kilometer (km)
  • Akronim nama diri yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda titik. Misalnya,  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
  • Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan  suku kata dari deret  kata ditulis dengan huruf awal kapital. Misalnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
  •  Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata  atau gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil. Misalnya, llmu pengetahuan dan teknologi (iptek), pemilihan umum (pemilu), dan  bukti pelanggaran (tilang)                                

Itulah aturan-aturan penulisan kata singkatan dan akronim sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Semoga bermanfaat!



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *