//

Kolaborasi Umat dan Ulama dalam Merealisasikan Kesejahteraan Bangsa

  • Bagikan

 Riwayat menulis kolaborasi di antara ulama dan umat menghasilkan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia. Ulama di saat itu, memecut semangat umat supaya berusaha mati-matian memperebutkan kemerdekaan dan mempertahankannya.

Beberapa ulama sudah berusaha dengan umat untuk menantang kolonialisme dari Sabang sampai Merauke.

Menyaksikan bukti riwayat itu, peranan ulama tidak sekedar sebagai pembina ruhiyah umat, tapi juga usaha bersama dengan umat merealisasikan bangsa Indonesia yang merdeka. Selesai kemerdekaan, kolaborasi positif yang sudah terikat jangan stop dan harus terus dipiara.

Dalam usaha memiara kolaborasi itu, Tindakan Cepat Responsif (ACT) sebagai sisi dari umat berperan dengan ulama bawa instruksi umat untuk membuat peradaban bangsa lewat Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam masalah ini, ACT ada di bawah pengayoman MUI dalam manifestasi beberapa program kemanusiaan di bagian pangan, pengajaran, ekonomi, dan kesehatan untuk membuat dan memakmurkan bangsa.

Dengan harapan yang besar itu, karena itu dilaksanakan kolaborasi Ulama untuk Kesejahteraan dan Keberkahan Bangsa dan Negara lewat penandatangan MoU di antara MUI dan ACT untuk kerja sama di dalam sektor pangan, pengajaran, ekonomi, dan kesehatan, diadakan di Kantor MUI di Jakarta, Selasa (22/6).

Ketua Dewan Pembimbing ACT Ahyudin menjelaskan, persetujuan yang sudah dilakukan ini hari sebagai persetujuan umum. MUI, sebagai instansi negara fokus pada pengayoman umat, dengan ACT, sebagai organisasi kemanusiaan umat Islam, sama-sama terpanggil saat lakukan kerjasama supaya peranan umat Islam dalam agenda-agenda kemanusiaan yang memiliki sifat masif dan akan direalisasikan dalam beberapa program nyata.

Beberapa program itu diantaranya wakaf. Sekarang ini, ada beberapa program wakaf yang sudah dilaksanakan bersama MUI satu diantaranya di bagian pangan.

“Kenapa pangan? Imbas wabah yang paling berarti secara global ialah pangan. Kami membuat program pangan sampai hulu, hilir wakaf pangan produktif, wakaf sawah produktif. Sekarang yang sedang kami kerjakan ialah menolong pendanaan petani,” ucapnya.

“Di satu segi, kami sedang mengolah air minum wakaf gratis, yang manakah dari pabrik air mineral yang kami membeli lalu kami bagi ke warga dengan gratis,” jelasnya.

Ahyudin meneruskan, kolaborasi di antara ACT (umat) dan MUI (ulama) sudah terikat lama. Salah satunya kolaborasi mencela serangan Israel pada Palestina dan kolaborasi dalam pengadaan pangan, lewat panen raya sawah wakaf pertama di Jawa Timur beberapa lalu. Sekarang ini kolaborasi yang sudah dilakukan makin besar dan akan makin masif.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI Dr. H. Amirsyah Tambunan MA menjelaskan, bangsa Indonesia sekarang ini memerlukan kontribusi seluruh pihak dalam rencana menangani wabah Covid-19.

Menurut Amirsyah, umat harus tansiqul haraqah (pergerakan terkoordinir) dan taswiyatul manhaj (penyamaan sudut pandang).

“Kami memberinya animo ke ACT yang telah terbukti trek recordnya. Mudah-mudahan MOU ini hari dapat kita tindaklanjuti mudah-mudahan wabah covid tidak berpengaruh pada wabah ekonomi. Mudah-mudahan kerja-sama ini dapat berjalan secara baik,” kata Amirsyah.

Dia menambah, salah satunya cara yang perlu dilaksanakan MUI dan ACT ialah menolong bangsa dalam sektor pengajaran, kesehatan, dan pangan. Pengajaran jadi perhatian MUI yang paling serius.

“Anak-anak kita di dalam rumah ketagihan handphone. Lewat pengajaran, kita harus mencerdaskan harus membuat cerah. Demikian juga kesehatan, umat sehat, bangsa kuat,” katanya.

“Disamping itu, kita harus memutuskan mata rantai tengkulak. Kami mengharap kerjasama sama ini bisa penuhi keperluan umat,” terangnya.

Ketua Umum Pengurus Pusat MUI KH Miftachul Akhyar menerangkan, kerjasama ini sekalian jadi wujud ceramah MUI dan ACT. Menurut dia ini sebagai cara yang pintar, yang mana ACT selalu sediakan tempat untuk umat yang memerlukan.

“Kita terus mengisinya dengan beberapa gerakan umat. Untuk kami, ini sekalian ceramah. Semoga, ACT tetap bekerja bersama dengan MUI. Aku terima kasih ke ACT mudah-mudahan semuanya berharga double dan mudah-mudahan ACT terus keberkahan dan makin maju dan MUI jadi pengayom umat,” ucapnya.

DMCA.com Protection Status
  • Bagikan