Proklamasi 17 Agustus 1945 dalam Sejarah Kemerdekaan

  • Bagikan


Gambar: bobo.grid.id

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus merupakan cara untuk mengenang peristiwa penting bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan meraih kemerdekaan, sehingga lahirlah sebuah bangsa dan negara merdeka yang dicita-citakan oleh para pejuang pendahulu.

Tidak hanya sekedar peringatan belaka, proklamasi kemerdekaan merupakan refleksi bangsa dalam melanjutkan tonggak perjalanan dan kemajuan bangsa menuju progres yang telah diamanatkan oleh para pejuang, dan juga secara konstitusi merupakan tanggung jawab setiap kita semua.

Seluruh elemen bangsa memiliki peran dalam menetukan arah Kemerdekaan yang telah diraih. Keterlibatan dan kontribusi nyata diharapkan mampu mengisi ruang pada setiap pos yang menuju ke arah terciptanya pencapaian tujuan negara.

Proklamasi tentunya adalah bentuk perjuangan untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat sebagaimana yang yang disampaikan oleh Muh. Hatta. Oleh karena itu, menjadi perihal penting untuk menghadirkan diskursus tentang proklamasi sebagai acuan dasar dalam menilik begitu pentingnya peristiwa sakral tersebut, dengan demikian kesadaran akan bertumbuh dan langkah mengisi kemerdekaan akan semakin kuat. 

Pada artikel kali ini akan disajikan tentang sejarah, urgensi, dan kedudukan proklamasi.

Sejarah Proklamasi dan Kemerdekaan Indonesia

Memulai dari peristiwa menyerahnya Belanda kepada tentara Jepang pada tanggal  8 Maret 1942 di Kalijati, sejak saat itu juga lah bangsa Indonesia dijajah oleh Jepang  dengan dalih propoganda pembebasan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Barat.

Kekuasaan jepang tak begitu lama jika dibandingkan dengan penjajahan sebelumnya, dimana berdasarkan catatan sejarah, Jepang menjajah Indonesia sekitar 3 setengah tahun, berbeda dengan Belanda yang menjajah hingga tiga setengah abad.

Hal tersebut dikarenakan pada akhir tahun 1943, Jepang mendapat desakan yang kuat dari tentara sekutu, hingga akhirnya pada pertengahan tahun 1944 pasukan sekutu berhasil menduduki pulau Irian dan  Kepulauan Filipina. 

Seiring dengan goyahnya kedudukan Jepang dalam perang pasifik, kepercayaan bangsa Indonesia akan janji pembebasan yang selama ini dijadikan alasan untuk merebut nusantara menjadi semakin luntur.

Keadaan mendesak tersebut membuat Jepang mengambil tindakan berupa “Janji kemerdekaan” kepada rakyat Indonesia dengan harapan kepercayaan Rakyat Indonesia kepada jepang akan terus terjaga. 

Seiring berjalannya waktu, Jepang semakin goyah karena terus mendapatkan tekanan dari pihak sekutu, sehingga pada tanggal 29 April 1945 Jepang mendirikan sebuah badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang kemudian diberi nama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). 

Setelah dianggap menyelesaikan tugasnya, BPUPKI diganti menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 9 Agustus 1945. Menurut rencana Panitia inilah yang akan menerima kemerdekaan dari Jepang.

Sementara itu, sebelum dan tepat saat dibentuknya PPKI, tentara sekutu menjatuhkan bom di kota Hirosima pada 6 Agustus 1945, dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 sehingga Jepang sudah tidak memiliki kekuatan yang cukup menghadapi sekutu dan melanjutkan kedudukannya di Indonesiano. 

Dengan itu terjadilah kekosongan pemerintahan (vacuum of power), kekosongan tersebutlah yang digunakan bangsa Indonesia untuk untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Proklamasi tersebut dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur, No. 56, Jakarta. 

Dengan proklamasi tersebut berdiri lah negara merdeka yakni Indonesia

Point Penting:

  • Kemerdekaan Indonesia bukan hasil pemberian Jepang, tetapi kemerdekaan murni melalui proklamasi yang dibacakan saat terjadi kekosongan kekuasaan.

Naskah Proklamsi

Mengutip dari laman cagar budaya kemdikbud, naskah proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno pada jum`at, 17 Agustus 1945 di rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jalan Meiji Dori (Jalan Imam Bonjol Nomor 1 Jakarta Pusat).

Naskah dirumuskan oleh tiga tokoh, yaitu:

  • Soekarno 
  • Mohammad Hatta
  • Ahmad Soebarjo

Itulah sekilas sejarah singkat tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia! 



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *