Review Episode 1 I Love You Silly, Banyak Adegan Tidak Pantas Untuk ditiru Anak Sekolahan?

  • Bagikan


 

Yeaaah aku
comeback setelah mati suri beberapa minggu karena suatau keadaan. Kebiasan umat
sekarang sebelum tidur adalah scrolling time instagram, eh banyak bertebaran  cuplikan adegan web series I Love You Silly. Bintang pemeran dalam series I Love You Silly adalah Prilly Latuconsina lagi, dipasangkan
dengan aktor tampan berusia 27 tahun, bisa dipastikan seris ini akan meledak
lagi, sebelumnya series My Lecture My Husband bersama lawan mainnya Reza Rahardian
sukses menjadi trending topik pencarian di aplikasi WeTV. So gimana sih jalan
ceritanya? Adegan cinta seperti apa sih yang disajikan? Ada adegan yang
dilarang? So mari kita lanjut.

Nggak afdol
dong, nonton web series belum baca sinopsis!!. Kunci sebuah cerita,
penasarannya penonton ya di sinopsis ini. Yuk kita intip.

Lily seorang
gadis SMA naif yang seringkali mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri tak
jarang dimanfaatkan oleh sahabatnya sejak SMP, Jourdy. Oleh teman-temannya
terutama Mira, Jourdy dianggap parasit bagi Lily. Mira kemudian mengenalkan
sepupunya, Jojo pada Lily. Sifat Jojo yang lebih dewasa dan menayomi menjadi
landasan utama Mira bawah Jojo adalah pililhan yang tepat. Jojo yang juga
memiliki perasaan terhadap Lily, memanfaatkan kedekatan Mira sebagai jalan
dirinya mendekati Lily.

Sementara itu,
ada pula siswi baru estetik bernama Gia yang menarik perhatian Jourdy. Gia yang
pemberani dan menjadi daya tarik tersendiri buat Jourdy. Ia makin penasaran
karena Gia berbeda dari perempuan kebanyakan yang ia kenal. Rama sobat Jourdy
pun menyambut baik kehadirannya di lingkungan pertemanan mereka. Hadirnya Gia
dan Jojo diantara Lili dan Jourdy menjadi pemantik penasaran mereka yang sebenarnya
terhadap satu sama lain. Ternyata selama ini perasaan yang mereka miliki lebih
dari sekadar sahabat.
 

Ada adegan apa aja sih?

Diawali adegan
pertengkaran antar sekolah, kita semua pasti sering melihat tayangan  bahkan lihat secara live tawuran antar
sekolah bagaimana, nah begitulah bayangannya. Lanjut adegan memberikan nafas
buatan lewat mulut, gimana reaski kalian? wah jelas pro kontra. Setingkat SMA
sudah disuguhkan adegan ciuman. Memang pertolongan pertama jika sewaktu-waktu
ada yang tenggelam dan kehabisan nafas. Tapi adegan itu seolah-seolah adegan
bersentuhan dua bibir menjadi lumrah dalam tayangan tersebut.

Lily siswa polos
yang sering dimanfaatin oleh sahabatnya, Jourdy. Bukan karena kebetulan, kerap
kali dalam satu kelas pasti bisa ditemukan satu dari sekian siswa atau siswi
polos. Yang mana mereka gampang disuruh-suruh, dibodohin. Peran Lily disini
sangat mewakili kondisi lingkaran pertemanan remaja sekolah. Kalau saja ia
tidak berteman dengan orang yang bisa mendampinginya, Mira, sudah dipastikan
Lily jadi bulan-bulanan teman-temannya.

Tidak ada manusia
yang ingin dilahirkan memiliki sifat polos seperti Lily, tidak ada orang tua
yang menginginkan anaknya berteman dengan anak yang orangtuanya terlibat kasus
mafia. Jourdy, sahabat dari kecil Lily selalu ia anggap justru sering
memanfaatkan dirinya dari mulai membantu memberi alasan palsu di depan kepala
sekolah, ngasih pinjaman uang taruhan, sampai membelikan bensin motor Jourdy
saat balapan. Kalau aku ada di posisi orang tua Lily juga pasti delima, melihat
anaknya bahagia bisa tertawa lepas bersama teman masa kecilnya, di sisi lain
orang tua dari anak teman dekat Lily bisa mengancam nyawa Lily.

Karena cerita I
Love You Sily ini, erat hubungannya kasus mafia buronan polisi salah satunya
ayah Jourdy. Mau tidak mau, Jourdy anaknya ikut terkena imbas saingan mafia
ayahnya, sering terlibat tawuran dengan anak buah saingan ayahnya.

Adegan yang
bikin gua miris lagi adalah Gia, disebut cewek pemberani karena berhasil
melawan anak-anak yang hampir melecehkan dirinya. Melawannya nggak pakai aksi
bela diri lagi, tapi pakai rantai besi di hantamkan ke wajah anak itu. uhhh
ngeri, sadis, termasuk bukan adegan untuk ditiru sekelas anak sekolahan. Setingkat
anak sekolahan membawa benda-benda terlarang ke sekolah, uh sangat tidak pantas
untuk ditiru.

Balapan motor
sambil taruhan. Balapan motor antar siswa dan siswi untuk memperebutkan
kekuatan dan ketenaran di sekolah. Jourdy siswa yang sudah terkenal keonarannya
melawan Gia, siswi baru yang lagaknya jagoan. Masih SMA mainannya udah balapan
sama taruhan.

Merokok di
lingkungan sekolah. Fix, siswa satu sekolahan tidak ada yang nggak merokok,
pasti ada satu atau dua. Dalam seris ini jelas banget adegan merokok, itu
diperankan Jourdy, kedua oleh Gia. Dan gilanya lagi merokok di area sekolah
rame-rame sama gengnya.

Kesimpulannya

Seris I love You
Silly ini diperuntukan untuk remaja 18 tahun keatas, lho ko bisa? Bukannya ini
cerita anak millenial, lucu, banyak drama. Karena banyak adegan-adegan kategori
kenakalan remaja, kekerasan fisik sampai tekanan mental. Kalaupun ada yang
ingin menonton wajib banget tidak boleh sendirian bagi yang di bawah umur.  Walaupun seris I love You Silly ini sangat
relate dengan kondisi nyata, seris ini bukan cuma tentang persahabatan dan
percintaan, tapi efeknya menyasar lebih dari itu.

Sekolah ada
lingkungan kedua anak-anak setelah keluarga, habit di rumah tidak bisa diterima
mentah-mentah oleh lingkaran pertemanan sekolah. Dunia sekolah tidak seindah, tidak
semulus kasih sayang Ibu kepada anak. Apalagi sosok Lily disini adalah cewek
polos yang ketika di rumah hanya punya satu sahabat dari kecil, tanpa ia sadari
arti kata sahabat pelan-pelan tergerus badai percintaan. Tidak ada persahabatan
antara laki-laki dan perempuan setelah masuk gerbang dewasa, semua akan
berubah.

Dilihat dari
episode 1 I Love You Silly, sudah mulai tertebak maksud cerita ini untuk siapa.
Yaps untuk Alya Nila Siranadewi alias Silly alias Lily panggilannya. Seris ini
sepertinya dibuat untuk pengingat bagi orangtua, teman, menunjukkan gambaran
pertemanan itu tidak sesimpel yang mereka lihat. Terlebih setelah ia keluar dan
bertemu lingkungan baru, dia dilepas bebas bergaul dengan teman-teman barunya. Coba
kalian bayangin kalau bertemu sosok Lily di dunia nyata, anggap aja wajah dan
karakter sama seperti seris, masih beruntung karena parasnya cantik. Lain cerita
kalau anak polos itu punya karakter culun, tidak menarik, fix kemungkinan yang
ia hadapi adalah bullying.

Pesan untuk
teman-teman adalah dunia ini tidak bisa takluk dan tunduk atas kemauan kalian,
dunia ini punya karakter dan misteri yang sudah digariskan, sama halnya
karakter pertemanan kita boleh memilih tapi tidak menentukan.



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *