Televisi, Hiburan Kaum Minim Kuota

  • Bagikan


Iya kalian, gua makai kuota aja kudu hemat hemat. Apalagi pengen nonton youtube nunggu wifi gratisan warkop, kalau enggak pas kerja, downlod video youtube offline biar bisa ditonton di rumah, kan nggak makan kuota youtube. Secara sekali buka udah kemakan byte berapa tuh?.

 

Cemoohan mereka tentang dunia sinetron indo

1. Halah sinetron indo kagak berkualitas, ngapain si ditonton

2. Udah dari kapan ya nggak nonton sinetron

3. Aduh tv rumah gua banyak semutnya

4. Udah nggak jamannya sinetron indonesia, nonton drama itu drama korea, netflix kek, 

5. Haduh plisss jangan nonton sinetron indo kagak ada edukasinya, mending tinggalin aja. 

6. Apa itu televisi? Di rumah nggak ada yang nonton, sekeluarga udah memutuskan nggak menyalakan tv

7. Wah udah lama nggak nonton sinetron, mudah-mudahan jalan ceritanya nggak lebay

8. Termasuk yang tidak suka sinetron🤗

Sumpah ya, komentar kayak begitu bikin geregetan juga, yah walau ada benarnya. Mereka belum tau aja rasanya pengen sepuasnya main instagram tanpa rasa was-was kuota abis, tapi uang harus dibagi yang lain.

Kalian sadar nggak sih ngomong kayak begitu, ada teman-teman yang nggak telahir keadaan berkecukupan apalagi sultan. Paketan 50k sebulan aja udah nekek banget banget, itupun cuma dapat 12 gb doang. Kadang kepikiran buat beli kuota lebih dari itu, eh uangnya gak mencukupi, malu juga minta ortu kalau kuota abis belum waktunya. Bisa-bisa interogasi buat apa aja kok cepet abis, berasa di interogasi polisi haha.

Apalagi tuh kuota nggak unlimited, belum sampai sebulan dah abis. Boro-boro nonton video mukbang Farida Nurhan di youtube, baru lihat 3 video udah dapat sms dari operator.

Maaf kuota kamu sudah habis, segera lakukan pengisian ulang

Jalan sederhana menghibur diri sendiri adalah nonton tv. Udah gratis, nggak perlu ikut bayar listrik, karena ada emak yang udah bayarin tiap bulan. 

Tayangan di tv zaman sekarang emang tidak semenarik dan sefenomenal 10 tahun lalu. Apalagi sejak maraknya bioskop, orang lebih tertarik nonton film satu jam daripada nonton tv.

Apasih yang di suka kalau nonton tv? Oh pasti sinetron dong, yah bagaimana tidak, drama kehidupan memang. Tayangan tv banyak macamnya, dari berita, talkshow, games, musik, kartun, pencarian, bakat dan masih banyak lagi.

Nggak bisa dipungkiri, alasan masyarakat nonton adalah mencari informasi atau nonton sinetron. Tapi semakin kesini, perkembangan sinetron İndonesia tidak cukup menggembirakan. Ada sinetron yang mengambil judul ekstrem bahkan tidak masuk akal, cerita yang disajikan harusnya serius kesannya tidak masuk akal, cerita udah bagus diawal episode karena mumpung tenar dibikin ber episode- episode, jadi jalan cerita buyar alias ambyar.

Tapi itu tidak semua, masih ada rumah produksi sinetron İndonesia yang tetap menyuguhkan kualitas meski sudah terkenal sampai berbulan-bulan, seperti sinetron andalan RCTİ yang sedang viral itu.

Apa respon teman kalian, pas tau kalian nonton sinetron indo? Ah pasti banyak komentar negatif masuk.

Emang kenapa sih kalau kita nonton sinetron  indo? dianggap nggak berkelas gitu ya? Toh juga di sosmed kalian panteng terus yang meranin perannya, follow lagi. Harus ya judge? “Yang main artis itu, nggak cocok” hmm, itu yang main udah di casting dulu mbak, nggak sembarangan.

Terus yang sering  posting cuplikan film netflix, stro, we tv, mola tv, disney hotstar dianggap kaum lebih berpendidikan, karena tontonannya aja berbayar. Tv juga berbayar tiap bulan, nggak semua tayangan tv bahas cinta-cintaan mulu, tergantung remot dipegang siapa. Apalagi untuk anak-anak dan remaja harus diawasi ketika nonton.

Padahal dibalik alasan, gengsi nonton sinetron indo, diam-diam bisa nge fans juga artis sinetron. Cuma gengsi aja, ngelihatin masih nonton sinetron, karena udah judge jelek-jelekin sinetron indo.

Mereka yang lebih mendewakan tontonan bioskop, drama korea, disney hotstar, karena menyajikan cerita romantis, keren, inovatif, lebih menyukai produk luar negri dibanding produk dalam negri. Padahal cara mudah mencintai indonesia adalah menikmati karya anak negri, bukan malah mencemooh.

Televisi bukan lagi hal istimewa

Yah memang sudah bukan waktunya, Informasi, hiburan di televisi tidak lagi menarik. Masyarakat sekarang lebih menyukai hiburan melalui gawai canggihnya. Dari mulai media sosial beragam, aplikasi pengibur semacam tik tok, likee. Apalagi membludaknya channel berbayar seperti viu, nerflix dan kawan-kawannya.

Maklum saja televisi di rumah hanya sebagai bukti kepunyaan alias kepemilikian selebihnya hanya pajangan, paling utama itu gawai canggihnya itu. Karena kecanggihannya itu, beberapa pemilik stasiun tv mulai melakukan gebrakan membuat aplikasi tiap stasiun. Hal itu mereka lakukan semata-mata agar stasiun tv tidak ditinggal begtu saja oleh penonon setianya.

Masyarakat terutama kawula muda, melek teknologi membanding-bandingkan sajian televisi dengan sajian garapan channel berbayar. “Lebih menarik tukasnya”, mereka berasumsi tontonan yang dihadirkan lebih berkualitas tidak bertele-tele sepeti yang televisi hadirkan.

Setuju tidak televisi sudah mulai ditinggalkan? Bisa jadi, bisa kalian temuan orang-orang menyalakan tv tapi pandangannya pada gawai masing-masing.

Bagaimana dengan kami, golongan minim kuota tapi hastra berselancara di youtuber, instagram, we tv sangat besar bahkan tidak terbendung kalau udah lihat story temen lagi pamer nonton sineas itu.

Bersyukur, masih ada hiburan bisa ditonton diluaran sana bahkan nun jauh disana ingin listrik belum masuk daerahnya. Jangankan menonton tv, sinyal saja belum menyentuk kota mereka. Beruntungnya kami tinggal di tempat tidak susah sinyal, sudah masuk listrik, mudah menikmati tayangan sinetron. 

Harusnya kalau ada teman komentar “Ngapain masih kau tonton sinetron Indoensia?”

Jawaban tepat adalah saya hidup di Indonesia sudah sepatutnya mencintai karya anak bangsa



Source link

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *