//

Terimakasih Orang Baik! Sudah Mengingatkanku

  • Bagikan


Tulisan ini saya
didedikasikan untuk orang baik asal Medan. Karena kebaikan dan kerendahan
hatinya, orang baik ini berbagi kebahagiaan untuk seorang anak kecil di tempat
kami mengaji. Ya di TPQ maksudnya. 

Mungkin level
menulis saya masih jauh dibilang bagus kata orang-orang, setidaknya saya
berhasil membuat pembaca terharu walaupun belum sampai menangis. Tujuan saya
menceritakan semangat mereka mengaji hanya untuk berbagi cerita pada postingan
sebelumnya. Namun Allah berkehendak lebih, ada orang yang tiba-tiba mengirip
pesan lewat whatsapp tepat jam saya di TPQ.

 

Ketika beliau
bertanya seperti itu, bingung harus menjawab seperti apa. Tanpa pikir panjang  mengiyakan permintaan orang baik itu.Sebagai
guru ngajinya, cukup memahami kondisi keungan keluarganya jadi tidak ada
salahnya kalau ada yang ingin menyemangati dia.

Saya kira orang
baik itu akan mentransfer kurang dari 100.000 ribu, ternyata bukti
trasfernya….

Wawww itu
nominal tidak sedikit, bisa buat bayar kos-kos an Lala.

Keesokan harinya,
uang sudah masuk di amplop. Sengaja tidak menamai siapa sosok yang memberinya
kejutan di atas amplop itu. Karena saya merasa lebih baik dirahasiakan, posisi
saya disini adalah jembatan dua orang.

Saya tidak ingin
nantinya ada kejadian tidak diinginkan atau kejadian diluar sana tanpa
sepengetahuan saya sebagai pihak yang menjembatani.

Anak-anak
mengaji sudah pada pulang. Lala saya minta pulang terlambat, itu adalah alasan
untuk bisa memberikan amplop ini padanya.

Lala ini
walaupun umurya masih kecil, dia sudah memiliki prinsip dan memiliki
kepribadian jujur. Ia pernah diamanahioleh ibunya bahwa tidak boleh menerima
uang dari orang lain sekalipun itu orang yang kamu kenal.

Nah kalimat itu
cukup membuat bimbang saat memberikan keputusan ada orang yang ingin berbagi
rezeki padanya. Takut Lala enggan menerimanya.

Langkah kaki
baru saja memasuki pintu rumah, ada telpon masuk nomor tidak dikenal. Ragu untuk
mengangkat sebenarnya, tapi yasudah saya angkat.

Dan ternyata
telpon dari Ibunya Lala. Dia meminta klarifikasi amplop yang saya berikan tadi,
dia juga meminta nomor telpon orang yang sudah memberikan amplop itu untuk
mengucapkan terimakasih secara langsung.

Dengan sengaja
saya mengatakan kalau orang baik itu tidak berkenan nomor telponnya dibagikan,
dan berpesan tetap semangat mengaji.

Padahal justru
saya enggan memberikan nomor telponnya, dengan alasan agar kemudian tidak
terjadi keselewengan lebih baik dirahasiakan.

Sebagai bentuk
terimakasih  dan bukti saya sudah
menyalurkan rezeki dari orang baik itu. Suara permohonan terimakasih Lala saya
kirim balik ke orang baik itu.

Dari momen itu
ada sedikit rasa senang karena satu dari sepersekian tulisan ternyata mampu
menginspirasi orang hihi. Kedua, saya semakin percaya rezeki orang itu
benar-benar datang dari jalan tidak terduga. Ketiga, ketika, sempat berfikir
kok orang baik ini tidak ragu atau bahkan curiga misal saya tidak menyampaikan
donasinya, ternyata rasa saling percaya memiliki posisi cukup kuat walau jarak
cukup jauh.  

 “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. [QS. Al Baqoroh: 195]



Source link

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: