//

WNA Pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi hari ini

  • Bagikan
WNA Pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi hari ini
WNA Pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi hari ini

 ProHRD.orgWNA pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi hari ini. Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Ngurah Rai, Bali, mendeportasi 4 warga negara asing (WNA) yg sudah melanggar protokol kesehatan (prokes). Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

WNA Pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi hari ini

Tetapi ini hari baru 3 WNA yg di deportasi. Yaitu Murray Ross asal Irlandia, Ayala Aileen dari Amerika Serikat dan Zulfiia Kadyrberdieva warga Negara Rusia. Sementara seorang warga Rusia yang yang lain, Anzhelika Naumenok, mulai di deportasi setelah dia selesai menjalani karantina karena terkena virus COVID-19.

“Sesuai rekomendasi Satpol PP pada 9 Juli 2021, Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Ngurah Rai lakukan pemanggilan terhadap 3 WNA itu. Untuk dilaksanakan proses pendeportasian,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk dalam konferensi lewat virtual, Senin (12/7/2021).

WNA Pelanggar Prokes PPKM Darurat di Deportasi

Jamaruli menjelaskan pendeportasian Murray Ross dan Ayala Aileen dilaksanakan pada hari ini. Sedang Zulfiia Kadyrberdieva masih menunggu tersedianya ticket penerbangan ke negara yang bersangkutan.

Murray Ross di deportasi dari Bandara Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ke arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Dia direncanakan terbang dari Bali memakai pesawat Citilink bernomor penerbangan QG 691 jam 14.40 Wita dan di prediksi datang di Jakarta pada pukul 15.35 WIB.

Dari Jakarta, Murray Ross akan diterbangkan ke Hamad International Airport di Doha, Qatar, memakai pesawat Qatar Airways bernomor penerbangan QR957. Kemudian, dia kembali harus menjalani penerbangan ke Frankfurt International Airport di Jerman memakai pesawat Qatar Airways bernomor penerbangan QR69.

Kemudian dari Jerman, yang bersangkutan terbang ke Dublin, Irlandia memakai pesawat Ryanair bernomor penerbangan FR381.

Selanjutnya, Ayala Aileen direncanakan di deportasi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada jam 18.05 Wita ke arah Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Dia di prediksi tiba di Jakarta pada jam 19.05 WIB.

Tetapi data penerbangan Ayala Aileen dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta sampai hingga ke negaranya belum diungkap.

Jamaruli menjelaskan 3 WNA itu di deportasi karena diketemukan melanggar prokes ketika team gabungan sedang operasi yustisi PPKM Darurat di Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Operasi yustisi dilaksanakan untuk menindaklanjuti Surat Risalah (SE) Gubernur Nomor 9 Tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 dalam aturan era baru di Propinsi Bali.

Operasi gabungan Satpol PP Provinsi Bali

Dalam operasi itu sebetulnya diketemukan 17 pelanggaran yg terbagi dalam tiga orang WNI dan 14 WNA. Sinkron hasil pengecekan yang telah dikerjakan oleh Satpol PP Propinsi Bali, pada 14 WNA itu sekitar tiga dinyatakan bersalah.

Pihak Satpol PP memandang 3 WNA itu telah melanggar Perintah Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM darurat COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali point 7d. Yang berbunyi; pemakaian masker dan konsisten ialah prosedur yg paling minimum yang perlu diterapkan setiap orang.

Mereka dinyatakan bersalah melanggar SE Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2021 mengenai PPKM darurat COVID-19 dalam aturan kehidupan era baru di Propinsi Bali.

Di samping 3 WNA itu, masih ada seseorang warga negara Rusia yg lain namanya Anzhelika Naumenok yg langsung akan di deportasi. Wanita itu di deportasi karena tak mematuhi protokol kesehatan dengan kondisi positif COVID-19 dan menolak buat dilakukan karantina.

“Pada 8 Juli 2021, sudah dikerjakan penjemputan oleh team Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Ngurah Rai di sebuah vila di daerah Canggu, Kuta Utara unyuk seterusnya dilaksanakan proses karantina,” kata Jamaruli.

“Pada WNA atas nama Anzhelika itu paspornya telah ditahan di Kantor Imigrasi Kelas I Spesifik TPI Ngurah Rai seandainya proses karantina telah selesai dan dipastikan negatif COVID-19 mulai dilakukan tindakan administrasi Keimigrasian beripa pendeportasian,” tuturnya.

  • Bagikan