//

Jenis-jenis Teori Perkembangan – Literatur Pendidikan

  • Bagikan


Teori perkembangan merupakan teori yang mengkaji tentang kondisi biologis, serta perilaku manusia dalam proses kehidupannya.

Bisa dikatakan teori perkembangan digunakan dalam dunia pendidikan sebagai dasar untuk menentukan perlakuan terhadap anak didik. Perlakuan yang tepat hanya dapat kita lakukan ketika mampu memahami kondisi dan arah perilaku anak didik  sehingga dalam proses perlakuan dapat dilakukan secara tepat dan tidak bertentangan dengan  hakikat anak didik tersebut.

Adapun jenis teori yang akan dibahas pada kali ini adalah teori empirisme, teori nativisme, dan teori konvergensi.

Teori empirisme

Teori empirisme merupakan teori yang dipelopori oleh John Locke pada tahun 1632 sampai tahun 1704.

Inti dari padangan teori ini adalah menganggap bahwa seorang anak dilahirkan ibarat seperti kertas putih yang kosong, artinya kualitas perkembangan dan perilakunya ditentukan oleh keadaan di sekitarnya.

Sebagai ilustrasi, seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan pada lingkungan yang memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan, memberikan mereka fasilitas untuk belajar, dan memberikan keleluasaan untuk belajar, maka anak tersebut akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang cerdas.

Sebaliknya, seorang anak yang tidak diberikan dukungan belajar atau berada pada lingkungan yang memiliki kesadaran yang kurang akan pentingnya belajar, maka anak tersebut juga akan tumbuh sebagai anak yang kurang cerdas.

Dalam hal pembelajaran, teori empirisme meyakini empat prinsip belajar, yaitu

1. Prinsip Asosiasi menganggap bahwa kegiatan belajar merupakan hasil keterkaitan antara pikiran dan pengalaman yang dimilikinya. Contohnya; anak yang mengalami kesulitan belajar  fisika akan merasa tidak nyaman ketika mengikuti pelajaran fisika.

2. Prinsip Pengulangan menganggap bahwa perilaku belajar terbentuk karena adanya kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang. Contohnya: Seorang anak yang memiliki kebiasaan belajar sebelum tidur. Kebiasaan tersebut terbentuk karena didikan orang tuanya yang secara terus-menerus mengarahkan anaknya untuk belajar sebelum ia tidur.

3. Prinsip Peniruan menganggap bahwa seorang anak akan memiliki perilaku yang cenderung kepada hal-hal yang sering dilihat ataupun di dengarnya. Seorang anak yang berada di lingkungan yang memiliki tata krama yang baik, maka ada kecenderungan baginya dalam berperilaku yang sama dengan apa yang ia lihat. Dengan itu, peran guru di sekolah selalu dituntut untuk menjadi teladan dan contoh yang baik bagi anak didiknya, tujuannya sama agar anak didiknya mampu berperilaku yang baik pula 

4. Ganjaran dan Hukuman menganggap bahwa seorang anak akan belajar dari ganjaran atau hukuman yang pernah ia dapatkan. Misal, seorang anak yang dihukum karena terlambat datang ke sekolah akan memeiliki kecenderungan untuk tidak lagi datang terlambat karena ia memikirkan konsekuensi yang pernah ia alami tersebut.

Teori Nativisme

Teori nativisme adalah teori yang dipelopori oleh Jean Jacques Rousseau pada tahun 1712 sampai 1778. “Kembalilah ke alam” suatu ungkapan dari Rousseau yang menyatakan bahwa tak ada seorang pun anak yang lahir dengan pembawaan buruk, seorang anak mungkin mejadi rusak karena faktor lingkungannya.

Menurut teori ini, perilaku dan kemampuan seorang anak adalah karena diturunkan dari orang tuannya. Seorang yang memiliki kemampuan bermusik, akan cenderung memiliki anak yang memiliki kemampuan bermusik pula.

Teori Konvergensi

Teori Konvergensi dipelopori oleh William Louis Stern pada tahun 1871 sampai 1938. Teori ini merupakan perpaduan dari dua teori sebelumnya, yakni teori empirisme dan teori nativisme. Dengan kata lain, teori ini beranggapan bahwa perilaku seorang anak ditentukan oleh faktor keturunan dan faktor lingkungan

Itulah tiga jenis teori yang dibahas pada kali ini, semoga bermanfaat!



Source link

  • Bagikan