//

Makalah Tugas Mata Kuliah Manajemen Pendidikan Islam, MANAJEMEN PESERTA DIDIK

  • Bagikan


 

MANAJEMEN
PESERTA DIDIK

MAKALAH

diajukan
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

“Manajemn
Pendidikan Islam”

Dosen
Pengampu

Dr.
Isa Anshori, Drs., M.Si.

  

 

 

 

Oleh:

ALFI
MANZILATUR ROKHMAH : 152071000011

 

 

 

PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM

FAKULTAS
AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SIDOARJO

September
2018

 

 

KATA
PENGANTAR

Syukur
alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Sholawat
dan salam kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan
sahabt-sahabatnya yang telah memperjuangkan agama Islam.

Kemudian
dari pada itu, kami sadar bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini banyak yang
membantu terhadap usaha kami, mengingat hal itu dengan segala hormat kami
samapaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1.     
Rektor
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

2.     
Dekan Fakultas
Agama Islam

3.     
Kaprodi Fakultas
Agama Islam

4.     
Dosen manajemen
Pendidikan Islam

5.     
Orang tua yang
telah mensuport saya

Ada bimbingan, petunjuk
dan dorongan saya hanya dapat berdoa dan memohon pada Allah SWT semoga amal dan
jerih payah mereka menjadi amal sholeh di sisi Allah SWT. Amiin.

Akhinya saya tetap
berharap semoga tugas makalah ini menjadi bulir-bulir amalan dan bermanfaat
khususnya bagi kami dan umumya bagi seluruh pembaca.

 

 

 

 

 

Sidoarjo,
21 Sepember 2018

Penyusun,



 

DAFTAR
ISI

Halaman Judul……………………………………………………………………………………………………. 1

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………… 2

Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………. 3

BAB I             PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah………………………………………………………….. 4

B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………………..
4

C.    Tujuan Masalah ……………………………………………………………………… 4

BAB II            PEMBAHASAN
MANAJEMEN PESERTA DIDIK

A.    Pengertian Manajemen Peserta didik……………………………………….. 5

B.     Ruang Lingkunp Manajemen Peserta didik……………………………… 6

BAB III          PENUTUP

Kesimpulan……………………………………………………………………………………. 13

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………………. 14

 



 

 

BAB
I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Lembaga
pendidikan ialah sarana bagi peserta didik untuk menyalurkan potensi yang ia
miliki selepas menerima perlakuan pendidikan dari keluarganya, dalam lingkungan
baru tersebut anak-anak berinteraksi dengan hal-hal baru yang belum pernah ia
kenali ataupun belum pernah dilakukan sebelumnya. Terlebih dari itu memilih
lembaga pendidikan yang tepat sangat lebih diprioritaskan oleh orang tua.
Selain tidak hanya memandang kondisi fasilitas sekolah tersebut orang tua juga
harus pandai menilai kondisi kenyamanan, standar guru, pengelolaan sampai
dengan lulusan peserta didik dari lembaga pendidikan tersebut. Orang tua harus
sangat bijak menentukan dimana anak mereka akan beradaptasi dengan lingkungan
baru, setelah anak itu bersekolah orang tua juga masih harus mengetahui
perkembangan anaknya selama di sekolah.

Lembaga
pendidikan pun memiliki standar dalam memilih dan menyaring peserta didik yang
akan dibinanya, maka dari itu lembaga pendidikan atau biasa disebut sekolah
perlu memiliki beberapa standar manajemen guna mampu menentukan target peserta
didik yang dipilihnya. Lembaga pendidikan memiliki upaya mengatur peserta didik
dari mulai mereka masuk sampai mereka lulus dari sekolah. Ada beberapa
indikator yang harus dimiliki sekolah dalam mengelola peserta didik yang sudah
diterimanya lewat PPDB setiap memasuki ajaran baru. Dalam makalah ini akan
berusaha dibahas secara ringkas runtutan bagaimana sekolah menerima peserta
didik.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa
pengertian manajemen peserta didik dalam lembaga pendidikan Islam?

2.      Bagaimana
cara penentuan target peserta didik di lembaga pendidikan Islam?

3.      Bagaimana
proses pemilihan peserta didik dalam lembaga pendidikan Islam?

4.      Bagaimana
cara pengembangan peserta didik dalam lembaga pendidikan Islam?

5.      Bagaimana
cara penilaian peserta didik dalam lembaga pendidikan Islam?

 

C.    Tujuan

1.      Untuk
mengetahui pengertian manajemen peserta didik dalam lembaga pendidikan Islam.

2.      Untuk
mengetahui dan mamahami cara penentuan target peserta didik dalam lembaga
pendidikan Islam.

3.      Untuk
mengetahui dan memahami proses pemilihan peserta didik dalam lembaga pendidikan
Islam.

4.      Untuk
mengetahui dan memahami cara pengembangan peserta didik dalam lembaga
pendidikan Islam.

5.      Untuk
mengetahui dan memahami cara penilaian peserta didik dalam lembaga pendidikan
Islam.

 

BAB
II

PEMBAHASAN

 

A.    Pengertian Peserta Didik

Asal kata manajemen
peserta didik ialah penggabungan dari kata manajemen dan perserta didik. Secara
etimologi, manajemen berasal dari bahasa latin, prancis dan Italia yaitu manus,
manu, manage/ dan managgiare yang artinya melatih kuda agar dapat
melangkah dan menari seperti yang dikehendaki pemiliknya. Andrew F.Sikula
mengatakan bahwa manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas-aktivitas
perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, memotivasi,
komunikasi, dan pengambilan keputusan yang dilaukan oleh setiap organisais
dengan tujuan mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh
perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.

Peserta didik ialah
aset yang harus dibina dan dikembangkan selama berada dalam lingkungan sekolah,
segala aktivitasnya perlu diketahui secara nyata, grafiknya akan bisa menjadi
acuan sekolah untuk memperbaiki kualitas sekolah. Sesuai definisi peserta didik
dalam Undang-undang Sisdiknas No.2 Tahun 2003 pasal 1 menyatakan bahwa peserta
didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri
melalui proses pembelajaran yang telah disediakan pada jalur, jenjang dan jenis
pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian diatas mengamati perkembangan
peserta didik adalah tugas penting pendidik, ketidaksamaan potensi yang
dimilikinya pendidik ditutuntut mampu mengkategorikan subyek didik pada
tempatnya. Dengan demikian pendidik mamu merencanakan, kemudian mengelola
pembelejaran secara arif dan bijaksana tanpa mengesampingkan perbedaan diantara
mereka.

Untuk mendukung proses
tersebut peserta tidak semata disediakan fasilitas saja namun juga ada
kebebasan dalam berpikir, bertindak dalam batas peraturan. Sehingga akan
tercipta corak pedidikan yang unik disetiap lembaga pendidikan. dengan
mengalirnya nilai-nilai pembaharuan berimbas pada kegiatan manajemen peserta
didik, maka tercipta sebuah prestasi yang dinamis dan luar biasa dalam dunia
pendidikan.

Manajemen peserta didik
ialah bagian manajemen pendidikan yang mengorganisir peserta didik atau
administrasi dari mulai peserta didik masuk sampai keluar (lulus) atau alasan
lain. AL.Hartani (2011: 35) berpendapat manajemen peserta didik sebagai proses
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengarahan, dan pengendalian
peserta didik dari mulai registrasi (penerimaan), sampai peserta didik
menyelesaikan pendidikannya dalam arti tamat belajar atau disebabkan alasan
lain. Proses pengaturan atau pengelolaan peserta didik tersebut dilakukan
melalui empat fungsi manajemen yaitu planning, organizing, actuating, dan
controlling
.hal ini senada dengan ungkapan Knezevich (1961) bahwa
manajemen peserta didik atau pupil personel administration adalah suatu layanan
yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas
dan diluar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individu seperti
pengembangan seluruh kemampuan, minat bakat, kebutuhan sampai ia matang.
Namun
tidak semua kegiatan peserta didik masuk dalam list manajemen peserta didik. Seperti
proses pembelajaran dikelas, itu bukan ranah manajemen peserta didik melainkan
manajemen pembelajaran yang menjadi ruang lingkup manajemen kurikulum.

Dengan demikian,
manajemen peserta didik dapat dikatakan sebagai suatu proses pengaturan atau
pengelolaan terhadap peserta didik  (dengan
berbagai kebutuh, kompetensi, keunikan, serta dimensi-dimensi yang dimilikinya)
yang sedang mengikuti program pendidikan pada sekolah/madrasaha atau jenjang
pendidikan tertentu.

Cakupan pesera didik
meliputi pengelolaan penerimaan peserta didik baru, pengelolaan Organisasi
Siswa Intra Sekolah (OSIS)  dan
pengelolaan data peserta didik.

a.      Pengelolaan penerimaan peserta didik

Penerimaan peserta
didik  ialah ajang bergengsi di tiap-tiap
sekolah, karena merupakan titik awal menentukan kelancaran aktivitas sekolah,
menjadi penanda sukses tidaknya usaha pendidikan sekolah tersebut. Penerimaan
peserta didik setiap ajaran selalu menarik perhatian masyarakat maupun
pemerintah. Anggapan masyarakat bahwa pendidikan ialah jalan yang mampu
meningkatkan sekaligus mengubah derajat hidup seseorang menjadi manusia cerdas,
memiliki keterampilan perilaku hidup yang baik dan akhirnya dapat hidup
bermasyarakat membuat kebanyakan masyarakat berbondong-bondong memilah dan
memilih pendidikan yang berkualitas untuk anaknya. Demikian pula pendidikan
mejadi investasi yang memberikan keuntungan sosial dan pribadi yang menjadikan
bangsa bermartabat dengan individu yang derajat.

Berdasarkan penjelasan
diatas, maka tidak heran masyarakat semakin cerdas dan sangat antusias dalam
menyikapi momen penerimaan peserta didik barus sesuai tingkat partisipasi dan
wawasan kependidikan. Masyarakat berusaha mengejar sekolah atau lembaga
pendidikan yang dipandang berkualitas, favorite dan bergengsi. Disamping alasan
lain misalnya terjangkau pendanaannya maupun transportasinya. Bahkan sering
terjadi pemaksaan kehendak orang tua yang berambisi menyekolahkan anaknya
disekolah yang menjadi pilihannya, maka dengan jalur persaingan yang tidak
tidak sehat pun ditempuh

Inilah perlunya faktor
kehati-hatian seorang manajer atau kepala sekolah dalam memprakarsai
pembentukan panitian penerimaan peserta didik baru (biasa disingkat PPDB),
sehingga tidak merusak citra sekolah dan tujuan pendidikan itu sendiri. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan penerimaan peserta didik adalah
pembetukan PPDB, persyaratan, calon peserta didik baru, pendaftaran, testing,
seleksi, dan pengumuman hasil seleksi.

1)      Kepanitiaan

Kegiatan panitia
meliputi urusan pendaftaran, penyelenggaraan tes masuk, seleksi dan pengumuman
hasil seleksi. Unsur-unsur personalia dalam kepanitian harus memiliki
kompetensi untuk mendukung kegiatan tersebut. Selanjutnya panitia merumuskan
program kerja yang terdiri dari macam kegiatan, jadwal waktu kegiatan,
pembagian tugas, beberapa aspek yang berkaitan dengan seleksi, jumlah calon
yang akan diterima, sarana dan prasarana yang diperlukan, dan rencana anggaran.

2)      Persyaratan calon peserta didik

Persyaratan yang
dikenakan bagi calon pesera didik sangat bervariatif, kaena jenis sekolaj yang
beraneka ragam, masing-masing lembaga pendidikan memuyai kepentingan tertentu,
sehingga persyaratana yang ditetapkan menjadi berbeda-beda. Namun secara umum
berkaitan dengan indikator-indikator berikut: usia, kesehatan, prestasi
akedimik dan persyaratan administratif lainnya.

Bagi calon peserta
didik SD/MI menurut ketentuan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 sekurang-kurangnya
berusia 6 tahun. Artinya dibawah 6 tahun termasuk dalam program pendidikan pra
sekolah yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pengelompokan program
pendidikannya berdsarkan faktor usia dini, yaitu usia 4-6 tahun untuk Taman
Kanak-kanak dengan pembagian TK A usia 405 tahun TK B usia 5-6 tahun. Sedangkan
anak berusia dibawah 4 tahun masuk dalam kelompok bemain (play group).

Di masyarakat
kadang-kadang masih menunjukkan gejala pemaksaan orang tua untuk memasukkan
anaknya ke sekolah sebelum mencapai usia siap sekolah dengan alasan anaknya
sudah pintar. Misalnya anaknya baru berusia 3 tahun dipaksakan untuk memasuki
dunia pendidikan TK, atau anak usia baru 5 ahun didaftarkan di jenjang
pendidikan pendidikan SD dan sebagainya. Hal tersebut sering dilakukan para
orang tua dengan caramelloby pihak sekolah dengan dalih bermacam-macam.
Karena obsesi dan keinginan orang tua yang tidak terkendali, sehingga
menimbulkan potensi praktek pungutan liar.

Tentu saja hal tersebut
tidak dibenarkan. Disamping mengotori image sekolah, ada sesuatu yang lebih
penting dari itu, yaitu berkaitan dengan kondisi psikis anak. Berdasarkan
tinjauan psikhologis, apabila seorang anak dipaksakan untuk menduduki bangku
sekolah tidak sesuai dengan usia matang pada jenjang pendidikan tertentu maka
si anak akan mengalami “kejenuhan sekolah” pada level-level tertentu. Misalnya anak
usia 4,5 tahun duduk dikelas 1 SD, maka diatas kelas-kelas diatasnya dia akan
menunjukkan gejala bosan sekolah bahkan tidak mau sekolah.

Kemudian persyaratan
untuk masuk kelas satu SD tidak ada keharusan memiliki sertifikat TK apalagi
harus ada tes calistung karena hal itu menyalahi aturan prinsip
pendidikan nasional.

Sedangkan persyaratan
memasuki jenjang pendidikan SMP/MTs, SMA/SMK/M, salinan raport kelas tertinggi
akte kelahiran, surata keterangan kesehatan, pas photo ukuran 3×4 atau 4×6,
sejumlah yang dibutuhkan, mengisi blangko pendftaran dan membayar biaya
pendaftaran. Persyaratan apapun yang ditetapkan oleh seklah hendaknya sebelum
waktu pendaftaran sudah disosialisasikan kepada masyarakat untuk ketertiban dan
kelancaran proses pendaftaran calon peserta didik.

3)      Pendaftaran

Dalam prakteknya
pendafataran calon peserta didik baru untuk jenjang pendidikan dasar yaitu
meliputi SD/MI dan SMP/MTs biasanya dikelola oleh masing-masing lembaga
pendidikan. Sedangkan jenjang SMA/MA/MAK atau sederajat, kadang-kadang dikelola
per wilayah dan diberlakukannya menyeluruh bagi lembaga pendidian yang berada
dalam wilayah tersebut. Hal ini untuk menghindari terjadinya ketimpangan animo
pendaftar, sehingga pembagian calon siswa secara merata ada pada semua lembaga
pendidikan, tidak ada lembaga pendidikan yang keleebihan animo, demikian pula
tidak ada lembaga yang kekurangan animo.

Manajemen pendaftaran
yang kerap diterpkan pada jenjang pendidikan menengah adalah pengelolaan
mandiri, dimana tidak ada ketetuan bersama antar lembaga pendidikan menengah.
Sehingga terkesan terjadinya ajang kompetitif nampak lebih menonjol.

Dengan adanya kemajuan
teknologi informasi yang sudah membumi sangat membantu lembaga pendidikan dalam
melakukan manejemen pendaftaran peserta didik baru. Via jalur internet dengan
teknik online calon peserta didik bisa mengisi data yang dipersyaratkan
tanpa haus antri datang ke sekolah. Fitur yang tersedia biasanya meliputi
persyaratan dan prosedur; schedule pelakasanaan pendaftaran; data pendaftar;
daya tampung; sistem orderisasi rangking nilai UN, prestasi rapor dan nilai
tambahan di luar akademik; info sekolah; arsip hasil PPDB tahun lalu; dan
sebagainya.

Dengan manajemen
pendafaran sistem online ini, panitia PPDB menjadi ringan tugasnya, tidak
banyak kerja yang sifatnya manual dan lebih hemat dari seg pembiayaannya. Bagi
calon peserta didik juga beruntung, karna cukup memantau di rumah tenang alur
penerimaan peserta didik baru termasuk kondisi 
lembaga pendidikan yang menjadi pilihnnnya.

4)      Testing

Salah satu kegiatan
penerimaan peserta didik baru adalah menyelengarakan tes sebagai upaya untuk
mendapatkan skala nilai bagi calon peserta didik sehingga dapat ditetapkan
diterima atau tidak dalam lembaga yang dipilihnya.

Jenjang pendidikan
SD/MI diharapkan semua pendaftar yang memenuhi persyaratan usia bisa diterima
dengan memperhatikan daya tampung sekolah. Sedangkan untuk jenjang pendidikan
SMP/MTs dan jenjang pendidikan SMA menggunakan hasil Nilai Ujian Nasional yang
dilampirkan, pada SMK selain menggunakan Nilai Ujian Nasional sebagai bahan
pertimbangan juga diadakan tes tulis, tes minat bakat serta tes wawancara.
Sedangkan tingkat MAN tidak menggunakan hasil Nilai  Ujian Nasional melainkan tes tertulis
keagamaan, tes potensi akademik, serta tes BTQ karena sekolah yang berbasis
agama maka mengharuskan tes mengaji. Hal in penting dilakukan untuk mengukur
sikap dan perilaku juga  potensi yang
dimiliki calon peserta didik, sehingga sekolah benar-benar mendapatkan input
yang baik, tidak semata-mata intelegensi tinggi. 

5)      Seleksi

Tahap seleki diadakan
setelah selesai pelaksanaan tes. Hasil seleksi inilah yang menetukan diterima
tidaknya calon peserta didik. Untuk jenjang pendikan SD/MI cara menyeleksi
calon peserta didi adalah pertama mencatat dan menerima semua pendaftar yang
berusia 6 tahun; kedua apabila masih ada kuota yang tersisa maka prioritas
penerimaan diurutkan mulai dari usia 7 tahun, 8 tahun, 9 tahun, 10 tahun, 11
tahun.

Seleksi calon peserta didik baru untuk
jenjang pendidian SMP/MTs dan SMA/SMK/MA dan sederajat berdasarkan jumlah tes
NUN ditambah nilai tes kepribadian, tes bakat dan wawancara ditambah lagi
dengan nilai prestasi di luar akademik (jika ada), misalnya juara olimpiade,
mengikuti jambor pramuka, dan sebagainya.

Dalam masa seleksi
tersebut setiap hari dapat dilihat calon peserta didik yang masih bertahan.
Calon peserta didik yang memiliki jumlah nilai rendah, berada pada urutan
dibawah kuota, maka dengan sendirinya gugur dan tidak diterima atau mungkin
dapat masuk lagi sebagai cadangan . sedangkan bagi calon peserta didik yang
mempunyai jumlah nilai yang bisa masuk dalam jumlah kuota sampai akhir masa
seleki dengan sendiririnya lolos diterima, namun ada kemungkinan idak lolos
apabila pada saat tertentu posisinya tergeser oleh calon peserta didik yang
lain yang memiliki jumah nilai lebih baik.

Selain ditetapkan
sejumlah calon peserta didik yang diterima sesuai kuota, ditentukan oleh
sejumlah calon (biasanya berkisar 5) diterima sebagai cadangan. Calon peserta
didik cadangan inilah yang nantinya menggantikan calon peserta didik yang
diterima tetapi mengundurkan diri. Dari hasil seleksi tersebut peserta didik
akan ditentukan mana yang diterima dan mana yang ditolah. Untuk yang diterma
maka peserta didik melakukan registrasi (daftar ulang) dan mendaapat seragam.

6)      Pengumuman hasil seleksi

Hal yang paling penting
dalam kaitannya dengan pengumuman adalah ketepatan waktu yang telah
diinformasikan. Sehingga tidak meresahkan calon peserta didik, terutama yang
tidak diterima. Sebab mereka yang gagal ada kemungkinan untuk menindaklanjuti
berbagai peluang mendaftar di lembaga pendidikan yang lain. Bagi calon peserta
didik yang diterima, pun segera berbenah, mempersiapkan segala sesuatunya
berkaitan dengan peserta didik baru.

Ada dua macam sistem
pengumuman yang bisa dilakukan yaitu dengan sistem terbuka dan sistem tertutup.
Pengumuman dengan sistem terbuka biasanya ditempl di papan pengumuman yang
ditempatkan pada posisi strategis, bisa ditaruh di dalam mamupun di luar
sekolah, sekiranya bisa menjamin keamanan. Disamping itu bisa memanfaatkan
media cetak untuk menyebarluaskan pengumuman tersebut. Tetapi untuk jenjang
pendidikan lebih tinggi lebih memilih papan pengumuman sekolah.

7)      Orientasi

Kegiatan penerimaan siswa
baru dengan mengenalkan situasi dan kondisi lembaga pendidikan tempat peserta
didik menempuh pendidikan, bertujuan:

a.       Agar
peserta didik dapat mengerti dan mentaati segala peraturan yang ada

b.      Agar
peserta didik dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah

c.       Agar
peserta didik siap mengahadapi atmosfer baru secara fisik, mental dan emosional
sehingga ia merasa betah dalalm mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Dengan
harapan setelah mengkuti orientasi di sekolah yang sudah menerimanya, peserta
didik akan mampu beradaptasi sehingga bisa tercipta susana belajar yang mengasyikkan.

8)      Penempatan peserta didik (pembagian kelas)

Menurut William A.Jagger dapat
diklasifikasikan sebagai berikut

a.       Fungsi
integrasi, pengelompokan berdasarkan kesamaan yang ada pada peserta didik
(jenis kelamin, umur, dll)

b.      Fungsi
perbedaan, pengelompokan berdasarkan yang ada dalam individu peserta didik (minat,
bakat, kemampuan, dll)

Menurut Hendyat Soetopo pengelompokan
dapat didasarkan:

1.      Friendship
Grouping (berdasarkan teman yang sesuai)

2.      Achievment
Grouping (prestasi yang dicapai)

3.      Aptitude
Grouping (bakat peserta didik)

4.      Attention
or Interst Grouping (minat peserta didik)

5.      Intelegence
Grouping (memilih teman yang sesuai)

9)      Pembinaan dan pengembangan peserta didik

Ada dua macam kegiatan
dalam manajemen pembinaan dan pengembangan peserta didik, yakni dengan kegiatan
kurikuler dan ekstra kurikuler. Kegiatan kurikuler adalah semua kegiatan yang
ditentukan dalam kurikulum yang pelaksanaannya dilakukan pada jam-jam pelajaran
dan semua peserta didik wajib megikuti kegiatan kurikuler ini. Sedangkan
kegiatan ekstra kurikuler adalah kegiatna peserta didik yang dilaksanakan pada
bakat dan minat yang telah ada dialam kurikulum. Kegiatan ini berdasarkan pada
bakat dan minat dari masing-masing peserta didik dan tidak wajib diikuti
seluruh peserta didik. Keberhasilan pembinaan dan pengembangan peserta didik
dapat diukur dari naik kelas atau tidak peserat tersebut.

10)  Pencatatan dan pelaporan

Kegiatan ini dilakukan sejak dari siswa
masuk ke sekolah sampai siswa tamat belajar dari sekolah tersebut. Pencatatan
diperlukan agar pihak lembaga dapat memberikan bimbingan yang optimal pada peserta
didik. Sedangkan pelaporan dilakukan sebagai wujud tanggungjawab lembaga agar
pihak-pihak  terkait dapat mengetahui
perkembangan peserta didik dilembaga tersebut. Adapun beberapa peralatan yang
digunakan untuk mempermudah kegiatan ini yaitu
:

*     
Buku induk siswa

*     
Buku klapper

*     
Daftar presensi

*     
Daftar mutasi

*     
Buku catatan
pribadi

*     
Daftar nilai

*     
Buku legger

*     
Buku raport

11)  Kelulusan dan alumni

Proses kelulusan
kegiatan paling akhir dari manajmen pesera didik adalah pernyataan dari lembaga
pendidikan tentang telah diselesaikannya program pendidikan yang harus diikuti
peserta didik. Setelah peserta didik mengkuti seluruh program dan berhasil lulus
pada ujian akhir maka peserta didik dapat dinyatakan lulus dan akan menerima
STTB atau ijazah dari pihak sekolah.

Setelah lulus maka
otomatis hubungan antara peserta didik dan sekolah akan terputus peserta didik
yang telah lulus dari sekolah disebut alumni. Maka untuk menjaga hubungan baik
tesebut dapat dillakukan salah satunya diadakannya reuni  atau temu kangen angkatan antar kelas.

b.      Pengelolaan data peserta didik

Pengelolaan data
peserta didik merupakan salah satu bidang garapan manejemen peserta didik yang
harus ada. Setiap peserta didik sebagai warga sekolah mulai dari proses
pendaftaran, registrasi, mengikuti pendidikan hingga selesai atau hal lain yang
menyebabkan peserta didik tersebut meninggalkan sekolah harus dicatat datanya
secara tertib dan teratur. Karena data peserta didik mempunyai arti penting terutama
bagi sekolah untuk dipergunakan dalam berbagai 
bidang ragam kepentingan.

Pada dasarnya data yang perlu di kelola
dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) yaitu:

1.      Data
identitas, berisi tentang segala sesuatu yang menyangkut personal peserta didik.

2.      Data
hasil belajar peserta didik, memuat daftar bidang studi yang ditempuh peserta
didik dan perolehan nilai serta keterangan penting lainnya dari awal sampai
akhir.

3.      Data
presensi peserta didik, ialah data kehadiran peserta didik dan beberapa catatan
penting yang menyertainya yang bisa dibuat perbulan berdasarkan data presensi
harian.

4.      Data
tata tertib dan skoring pelanggaran, berisi data tentang tata tertib sekolah
dan skor pelanggaran yang dimiliki peserta didik beserta beberapa ketentuan
sangsi akibat pelanggaran tata tertib tersebut.

Data
identitas siswa biasanya dicatat dalam buku Induk dibantu dengan buku Kalapper,
sebagai catatan pelengkap. Namun dewasa ini melalui komputerisasi pencatatan maupun
penyimpanannya menjadi lebih mudah, rapi dan aman. Tetapi tidak ada salahnya
untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak diinginkan, alangkah baiknya
apabila pencatatan data disamping di dalam file computer juga dicatat secara
manual.

Adapun
manfaat data peserta didik adalah pertama sebagai dasar pertimbangan
dalam bimbingan konseling; kedua sebagai bahan dasar pertimbangan untuk
menyampaikan saran kepada orang tua peserta didik tentang belajar anaknya; ketiga
untuk menetapkan keputusan tentang beberapa hal yang berkenan dengan
peserta didik; keempat sebagai bahan rekomendasi bagi peserta didik
untuk kepentingan bagi peserta didik untuk kelanjutan studi atau melaamr
pekerjaan; kelima untuk 
kepentingan pengecekan data, apabila dikemudian hari terdapat kesalahan
atau mungkin terjadi pemalsuan; keenam untuk kepentingan mutasi ke
sekolah lain, sehingga mempermudah pembinaan terhadap peserta didik yang
bersangkutan dan ketujuh sebahai bahan pertimbangan bagi sekolah untuk
menentukan punishmen atau punreward pada peserta didik, agar
pemberian pernghargaan maupun hukuman berdampak positif.

 

BAB
III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Manajemen
peserta didik ialah upaya mengelola peserta didik dari mulai pendaftaran sampai
tamat belajar atau alasan lain harus meninggalkan sekolah tersebut. Lembaga
betanggung jawab penuh akan keberadaan peserta didiknya selama berada
didalamnya. Maka untuk melakukan pencapaian target lembaga harus memiliki data
peserta didik secara rinci dari mulai pendaftaran samapi tamat belajar.

Meski
sudah dinyatakan lulus hubungan peserta didik belum dikatakan benar-benar
putus. Maka tidak heran sekola mengadakan temu alumni sebagai upaya menjaga
silaturahmi.



 

DAFTAR
PUSTAKA

 

 

Farikah Siti. 2015. Manajemen Lembaga
Pendidikan
, Temanggung:  Aswaja
Pressindo.

Sururi. 2011. Manajemen
Pendidikan
. Bandung: Alfabeta.

 

 



Source link

  • Bagikan