//

Unsur Golongan Halogen – Sifat, Pembuatan, dan Kegunaannya

  • Bagikan
Unsur Golongan Halogen
Unsur Golongan Halogen

Prohrd.org – Unsur Golongan Halogen, Halogen merupakan kelompok unsur kimia yang berada pada golongan VIIA pada tabel periodik unsur kimia. Golongan / kelopmok ini terdiri dari unsur fluor (F), Klor (Kl), Brom (Br), Astatin (At), dan Iodium (I). Unsur halogen memiliki sifat dimana jika dicampur logam dia akan bereaksi dan menghasilkan garam.

Unsur Unsur Halogen

Unsur-unsur yang termasuk kedalam golongan halogen adalah sebagai berikut.

  • Fluor (F)
  • Klor (Cl)
  • Brom (Br)
  • Astatin (At)
  • Yodium (I)

Sifat Sifat Unsur Halogen

Unsur Golongan Halogen

Unsur Golongan Halogen memiliki beberapa karakteristik atau sifat yang khusus, diantaranya:

Sifat Fisis Halogen

Unsur halogen memiliki bentuk yang berbeda-beda dengan bau yang menusuk / menyengat. Fluorin adalah gas yang berwarna hijau pucat, klorin adalah gas berwarna kuning kehijauan, bromin adalah cairan berwarna cokelat kemerahan, dan iodin adalah benda padat berwarna abu yang menyublim menjadi uap ungu.

Sifat Kimia Halogen

Unsur halogen memiliki tingkat kereaktifan yang tinggi. Jika dilihat melalui tabel periodik unsur, urutan unsur halogen dari atas sampai kebawah tabel menunjukan kereaktifan semakin rendah.

Baca Juga: Promo! Beli Xiaomi Mi 10T Pro Bisa Dapat Gratis Mi True Wireless Earbuds Basic 2

Pembuatan Unsur Halogen

Proses pembuatan unsur senyawa halogen dilakukan dengan beberapa cara, yaitu oksidasi, reaksi, dan elektrolisis.

  1. Klor, dapat dibuat dengan metode oksidasi yaitu dengan memanaskan campuran MnO2, NaCl, dan H2SO4 pekat. Klor juga dapat dibuat menggunakan metodi elekrolisis, yaitu dengan meleburkan NaCl menggunakan diafragma yang nantinya menghasilkan gas Cl2 pada anoda dan NaOH pada katoda.
  2. Brom, dibuat dengan cara oksidasi. Dimana gas Cl2 akan dialirkan kedalam air laut. Reaksinya: Cl2(g) + 2Br-(aq) -> 2Cl-(aq) + Br2(aq)
  3. Iodium, dapat dibuat dengan cara reduksi. Dilakukan dengan cara menambah NaHSO3 kedalam larutan NaIO3. Reaksinya: 2IO3-(aq) + 5HSO3-(aq) -> 3HSO4-(a) + 2SO42-(aq) + H2O(I) + I2 (aq).

Unsur Halogen di Alam

Di alam sekitar kita pasti pernah meilihat contoh-contoh unsur halogen yang dapat ditemukan sehari-hari. Unsur halogen ini umumnya ditemukan dalam bentuk molekul diaotimik (memiliki dua atom). Berikut ini contoh unsur-unsur halogen di alam sekitar.

  1. Fluor terdapat pada senyawa fluorspan (CaF2), klorit, fluorapatit / Ca5(PO4)3F, dan pada gigi manusia serta hewan.
  2. Klor terdapat pada senyawa NaCl, KCl, MgCl2, CaCl2 dalam air laut dan dalam kerak bumi 0,2%.
  3. Brom terdapat pada senyawa logam bromida yang ditemukan di air laut mati dengan kadar 4500 – 5000 ppm.
  4. Iodium terdapat pada senyawa NaIO3 (Natrium Iodat) yang ditemukan di chili.
  5. Astatin dapat ditemukan pada kerak bumi dan jumlahnya kurang dari 30 gram.

Baca Juag: PENTINGNYA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI SEJAK DINI

Kegunaan Unsur atau Senyawa Halogen

Fluorin

  • Dapat membentuk senyawa CFC yang kemudian digunakan untuk bahan cairan pendingin seperti pada kulkas dan AC.
  • Garam fluorida terdapat pada pasta gigi yang berfungsi mencegah terjadinya kerusakan gigi.
  • Dapat digunakan sebagai bahan pembuatan teflon.

Klorin

  • Klorinasi hidrokarbon dapat digunakan sebagai bahan plastik dan karet sintetis.
  • Dapat digunakan menjadi bahan pestisida, pemutih, dan disinfektan.

Bromin

  • Digunakan dalam pembuatan etil bromida (C2H5Br) yang merupakan campuran bensin.
  • Dapat dgunakan dalam pembentukan senyawa organik seperti zat pewarna dan pestisida.

Iodin

  • Dapat dijadikan campuran pada obat luka.
  • Bisa dijadikan bahan pembentuk perak iodida (Agl)
  • Bisa juga dipakai untuk uji amilum pada tepung.

Demikianlah pembahasan mengenai Unsur Golongan Halogen mulai dari pengertian unsur halogen, macam-macam unsur halogen, sifat unsur halogen, hingga contoh dan kegunaan unsur halogen di alam.

Source link

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: