Waspada Jenis Omicorn Jadi Varian Terbaru Covid-19, Ini Penjelasan WHO

20211130 161937 1

ProHRD.org  – World Health Organization (WHO) menetapkan varian B.1.1.529 atau Omicron sebagai Virus baru, atas saran dari Kelompok Penasihat Teknis WHO.

Waspada Jenis Omicorn Jadi Varian Terbaru Covid-19

20211130 161937
Waspada Jenis Omicorn Jadi Varian Terbaru Covid-19, Ini Penjelasan WHO 3

Keputusan tersebut Penasihat Teknis WHO berdasarkan yang di berikan kepada TAG – VE bahwa Virus Omicron berdampak pada prilakunya, seperti mudah menular, serta lebih berbahaya tingkat keparahan penyakit tersebut, seperti di kutip dari Laman Resmi WHO.INT pada Selasa, 30 November 2021.

WHO sendiri memaparkan, bahwa Para Peneliti di Afrika Selatan dan seluruh dunia sedang mengembangkan sebuah penelitian untuk lebih memahami banyak aspek tentang Virus Omicron dan akan di informasikan setiap ada penelitian baru.

WHO juga menjelaskan tentang bagai mana penularan Virus Omicron (26 November 2021) selama ini pihak WHO belum memastikan apakah Virus Omicron itu sangat mudah menular atau tidak.

Studi epidemiologi sedang memahami sebuah Penelitian terkait tingkat jumlah Orang yang Positif di Afrika Selatan, apakah itu karena Virus Omicron atau jenis Varian lainnya, menurut WHO.

WHO juga mempertegas apakah Omicron lebih mudah menular dibandingkan varian lain, termasuk Delta, yang pasti sebagai acuan data awal WHO menunjukan bahwa ada peningkatan rawat inap di Afrika Selatan.

Saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa gejala yang terkait dengan Omicron berbeda dari varian lainnya, Menurut WHO.

Infeksi awal yang dilaporkan terjadi di kalangan mahasiswa, Individu yang lebih muda karena cenderung terinfeksi penyakit lebih cepat.

WHO juga menginformasikan bahwa untuk memahami tingkat keparahan varian Omicron akan memakan waktu berhari-hari hingga beberapa minggu. Semua varian COVID 19, termasuk varian Delta yang dominan di seluruh dunia, dapat menyebabkan penyakit parah atau kematian.

Bukti awal yang mungkin bisa saja menunjukan ada peningkatan resiko infeksi ulang dengan Omicron yaitu orang yang sebelumnya memiliki riwayat COVID 19. Akan tetapi menurut WHO kebutuhan informasi ini masih terbatas.

Itulah sedikit informasi tetang virus varian baru dari Covid-19 setelah Delta yaitu Omicorn.