//

Desa Loyang: Model Soal-soal Statistik Nonparametrik : Uji Indikasi & Uji Wilcoxon

  • Bagikan

2Q==

Belajar statistik nonparametrik memakai uji tanda dan wicoxon dihibur dengan semburan mbah jembrong & bencana moral dan bala alam. Mau?

Sekarang sahabat-teman izin ngerti saya berikan model soal & penyelesaian statistik parametrik bersenjatakan Excel. Oh iya, model variabel yang terdapat di sini semua ngasal, akan tetapi siapa tau terdapat orang super hebat yg sudah menemukan korelasi eksklusif atau tidak eksklusif antara musibah moral menggunakan bala alam. Yeaah.

  • Tabel berikut akan menunjukkan jumlah semburan mbah jembrong dalam 30 orang yang mengalami musibah moral. Gunakan uji pertanda untuk menguji hipotesis nol jikalau mediannya merupakan 30.lima. Hipotesis lawannya adalah bila mediannya bukan 30.lima. Uji dalam alpha = 0.05.
  • 26.732.627.729.4302828.22431.228.225.428.724.728.625.828.329.326.330.328.429.133.127.528.832.527.933.428.722.526.9

    Pindahkan tabel pada atas ke excel lalu turun ke bawah empat kotak. Misalkan kotak pertama (yg memuat 26.7) itu terdapat pada bagian A1 (paling pojok Excel), maka berarti kamu kini berada di kotak A5. Nah di kota A5 ini, ketik ini

    = if(A1danlt;30.5,”-“,”+”)

    Ini adalah kalau kotak A1 itu nilainya kurang berdasarkan 30.5, maka excel akan menampilkan pertanda negatif (-). Kalau nggak, ya indikasi positif (+). Setelah itu enter. Akan keluar negatif. Tarik saja ke kanan sampai J5, kemudian tarik semua ke bawah hingga J7. Otomatis excel akan menghitung seluruh tabel.

    Kenapa harus 30.lima? karena hipotesis nol berkata bila 30.5 adalah median menurut data ini. Sekarang coba hitung ada berapa indikasi positif? jangan lupa, indikasi positif merupakan lebih menurut atau sama dengan 30.lima. Ada 5 pertanda positif.

    Ini ialah kamu menghitung p-value two tail dari hipotesis tadi. Fungsi binomdist itu standar buat uji tanda. Pada dasarnya fungsi binomdist itu bentuknya BINOMDIST(A,B,C,D), dimana A adalah jumlah tanda yg positif, B adalah jumlah percobaan, C itu probabilitas (pada percobaan ini merupakan 0.lima karena kemungkinan benarnya 50%) dan D adalah pernyataan logika (1 buat True & 0 untuk False).

    Saat engkau tekan enter maka nilainya keluar yaitu 0.000325. Artinya apa? Artinya hipotesis nol itu harus ditolak. Hipotesis alternatifnya sangat signifikan. Kalau signifikan dia akan kurang atau sama dengan 0.05 loh. Jadi pada masalah ini kita mendapat hipotesis cara lain yaitu mediannya bukan 30.lima.

  • 500 orang diperiksa terkait perkara pornografi ditanya apakah individu tadi tertarik mendapatkannya menurut cerita sahabat atau dari pemberitaan pada media. Hasilnya menerangkan 275 tertarik mendapatkannya dari cerita teman dan 225 tertarik menerima berdasarkan pemberitaan pada media. Perhatikan, sebelum inspeksi dilakukan, nir satupun menurut pilihan ini ada. Bisakah dipengaruhi mana yg lebih mungkin sebagai alasan seseorang tertarik pornografi (cerita sahabat vs pemberitaan media) apabila alpha = 0.05?
  • = dua * (1 – BINOMDIST(274,500,0.5,1))

    Ini adalah kita mencari p-value buat yang tertarik mendapatkannya menurut cerita teman. Rumusnya seperti itu. Saat tekan enter jawabannya keluar 0.028. Hipotesis bila tidak bisa menebak apa alasan seseorang tertarik pornografi wajib pada tolak. Dan kita menerima hipotesis bila kita sanggup menebak alasan seseorang tertarik pornografi yaitu sebab lebih mungkin karena cerita teman.

  • Dua metode untuk mengakibatkan bala alam dibandingkan. Satu metode memeriksa imoralitas (seperti korupsi, kolusi dan nepotisme), dan metode lain memakai penelitian ilmiah secara teliti menggunakan kapal & perangkat sonar canggih di lokasi buat membuat tektonik lempeng. Jumlah bencana alam berdasarkan 50 daerah lalu dibandingkan misalnya yg diberikan dalam tabel berikut. Gunakan uji jumlah rank Wilcoxon buat memilih apakah ada disparitas antara ke 2 grup skor. Uji pada alpha 0.05. Berikan jumlah rank buat kedua kelompok.
  • JawabKelompok imoralitasKelompok Tektonik697275677174797075766775696867847265717770726571718080776776072756764697675727970656858807876707983

    Kamu wajib menciptakan data ini berpasangan. Jadi engkau buat tabel yg mengurutkan data gerombolan imoralitas menurut atas ke bawa, satu kolom saja. Buat kolom baru di sampingnya yg berisi data grup tektonik. Kemudian untuk kolom baru lagi, isinya selisih skor antara grup imoralitas dan gerombolan tektonik. Kolom keempat diisi nilai absolut dari selisih. Umm, gini deh. Lihat tabel berikut:ImoralitasTektonikSelisihAbsolutNo. urutRankRank +Rank -7575006870-221117572332336871-333338083-334337276-4455.55.569654465.55.56974-557997570558997176-559996772-5510997176-5511996571-661212.512.57177-661312.512.57279-771414147078-881516167280-881616166775-881716166069-991818187080-10101919.519.56777-10102019.519.56576-11112121216479-15152222226784-17172323235879-212124242417.5282.5

    Kolom pertama adalah data imoralitas. Untuk awalnya relatif tambahkan aja yang ada pada atas, mengurutkannya urusan belakangan.

    Kolom kedua data penelitian. Masukkan aja seluruh dengan urutan yang sama ketika kamu memasukkan data imoralitas.

    Kolom ketiga, merupakan selisih kolom pertama dan kolom kedua. Perhatikan, jikalau kamu buat tabel ini pada bagian paling pojok excel, maka nilai kolom pertama (69) dalam tabel akan terdapat pada A2. Nilai kolom ke 2 (74) akan terdapat pada B2. Kamu sekarang akan mengisi C2. Disini tulis persamaan

    Hasilnya merupakan -lima. Tarik kotak terus ke bawah sampai seluruh data telah dikurangkan.

    Kolom keempat merupakan nilai mutlak selisih tersebut. Sekarang kamu ada di kotak D2. Masukkan saja rumus ini

    Hasilnya merupakan lima. Terus tarik ke bawah hingga semua data selesai. Setelah semua terisi, blok berdasarkan D2 hingga bagian terakhir data, yaitu D26. Klik kanan, pilih Sort kemudian pilih Sort Smallest to Largest. Nanti keluar kotak, pilih Expand the Selection. Pilih OK. Datanya pribadi tersusun berdasarkan kecil ke akbar. Dari sini barulah kita pindah ke kolom kelima.

    Kolom kelima merupakan nomer urut. Jangan masukkan selisih yang nol. Jadi hitungan mulai berdasarkan yg nir nol. Urutkan dari 1 sampai habis data. Setelah ini, data yg selisihnya nol jangan lagi dihitung.

    Kolom keenam. Ini kolom Rank. Cara menentukannya adalah dengan melihat ke kolom Absolut. Di kolom Absolut, engkau perhatikan jikalau nilainya sama dengan kotak setelahnya, nomor urutnya dipilih homogen-ratanya. Contoh. Data pertama, absolutnya dua. Tidak terdapat data lain yg absolutnya 2. Jadi kita pribadi ambil angka urut menjadi rank. Nomor urutnya 1, jadi tulis 1 pada kotak tersebut. Selanjutnya data ke 2. Absolutnya tiga. Tapi terdapat tiga data yg absolutnya tiga. Tiga data ini merupakan data yang bernomer urut dua, 3, dan 4. Untuk itu engkau harus ambilrata-homogen menurut angka urut ini. Rata-ratanya (2+3+4)/tiga = 3. Jadi buat data kedua kamu beri nilai 3. Begitu juga data ketiga dan keempat, juga langsung beri rank tiga karena telah kita hitung pada atas. Begitu seterusnya sampai seluruh data masuk.

    Kolom ke 7 merupakan bagian rank positif. Kali ini yg dipandang adalah kolom Selisih. Di kolom selisih kan terdapat tandanya tuh. Pilih data yg positif saja yang ranknya di tulis disini. Buat jumlahnya di kotak di bawah data terakhir menggunakan rumus

    Perhatikan. Cara buat mengisi kurungan sum itu cukup menggunakan memblok kotak data pertama di kolom ini sampai data terakhir.

    Kolom kedelapan adalah bagian rank negatif. Tentunya yg masuk disini hanyalah rank data yg punya selisih negatif. Buat jumlahnya, yaitu =SUM(H2:H26)

    Sekarang pindah ke kotak baru. katakanlah J1. Disini masukkan jumlah data. Data kita jumlahnya ada 24.

    Sekarang kita cari mean. Letakkan saja pada kotak J2. Cara mencari mean pakai rumus berikut

    Selanjutnya mencari varian, di kotak J3. Caranya pakai rumus berikut

    Kemudian kita cari Standar Deviasi. Buat pada kotak J4. Rumusnya tinggal mengakarkan varian

    Langkah selanjutnya kita mencari nilai z. Nah, nilai z ini tergantung hipotesis apa yang kita uji. Ambil pengujian kalau nilai percobaan menggunakan tektonik lempeng lebih berpengaruh daripada percobaan melakukan perbuatan imoral. Karenanya z yg diambil merupakan dari kolom yg menerangkan perbuatan imoral membuat bencana alam lebih poly daripada percobaan tektonik. Artinya, kita menentukan rank positif. Total berdasarkan rank positif ini terdapat dalam kotak G27. Jadi rumusnya

    Hasilnya di kotak J5 merupakan 3.785714

    Langkah terakhir, kita menentukan p-value. Kita ingin menampakan bila percobaan tektonik jauh lebih baik pada menyebabkan bencana alam daripada percobaan melakukan perbuatan imoral. Rumusnya adalah

    Perhatikan. Jangan NORMSDIST ada S ditengahnya, bukannya NORMDIST. Di Excel jua ada fungsi NORMDIST dan ini mengukur hal yang tidak sama. Kalau uji tanda, kita menggunakan BINOMDIST, bila uji Wilcoxon, kita menggunakan NORMSDIST.

    Kalau benar , hasilnya merupakan = 0.000153.

    • Bagikan