SOAL  

Model Soal Perhitungan Pajak

2Q==

CONTOH PENGHITUNGAN ANGSURAN PPh PASAL 25 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI

Si A merupakan Pengusaha Warung Makan pada Jogjakarta yang memiliki penjualan dalam tahun 2010 sebanyak Rp180.000.000,-. Si A statusnya kawin & mempunyai dua (dua) orang anak. Si A menyelenggarakan pencatatan untuk menghitung pajaknya. Besarnya Pajak Penghasilan Pasal 25 yang wajib dibayar menjadi angsuran pada tahun berjalan dihitung menjadi berikut:

Jumlah aliran setahun Rp180.000.000,-

Presentase penghasilan norma (lihat daftar presentase kebiasaan) = 20%

Penghasilan neto setahun = 20% x Rp 180.000.000,- = Rp 3.000.000,-

Penghasilan Kena Pajak = penghasilan neto dikurangi PTKP Rp 36.000.000,- – Rp 19.800.000,- = Rp 6.200.000,-

Pajak Penghasilan yg terutang : 5% x Rp 6.200.000,- = Rp 310.000,-

PPh Pasal 25 (angsuran) yang wajib dibayar si A setiap bulan: Rp 310.000,- : 12 = Rp 25.833,-

CONTOH PENGHITUNGAN ANGSURAN PPh PASAL 25 WAJIB PAJAK BADAN

Koperasi Unit Desa A beranjak dibidang simpan pinjam. Pada tahun 2010 memiliki penerimaan bruto pada setahun sebanyak Rp 500.000.000,- dan semua biaya -biaya yg berkaitan menggunakan bisnis (sesuai ketentuan perpajakan) sebanyak Rp 4.250.000.000,-.

Dengan demikian, penghasilan netonya merupakan : Rp 500.000.000,- – Rp 425.000.000,- = Rp 75.000.000,-

Pajak Penghasilan yang terutang : Rp75.000.000,- x 25% x 50% = Rp9.375.000,-

Tarif 50% pada atas dikarenakan Koperasi Unit Desa A mendapat fasilitas.

PPh Pasal 25 (angsuran) yang wajib dibayar KUD A setiap bulan: Rp9.375.000,- : 12 = Rp781.250,-

CONTOH PENGHITUNGAN PELUNASAN PPh PASAL 29 WAJIB ORANG PRIBADI

Si A merupakan pengusaha restoran (UMKM) di Jakarta yg tergolong menjadi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu & menggunakan pencatatan pada penghitungan besarnya PPh.

Jumlah peredaran usaha (omzet) selama setahun merupakan Rp 510.500.000,-

PPh Pasal 25 (WP OPPT) yg telah dilunasi (0,75 x Rp 510.500.000,-) adalah Rp 3.828.750,-

Setelah dihitung PPh yg terutang selama setahun adalah Rp 10.975.750,-

PPh Pasal 29 yg harus dilunasi oleh si A adalah sebesar : Rp 10.975.750,- – Rp 3.828.750,- = Rp 7.147.000,-

Baca Juga  Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kelas 5 (Lima) SD/MI

CONTOH PENGHITUNGAN PELUNASAN PPh PASAL 29 WAJIB PAJAK BADAN

Koperasi Unit Desa A, selesainya menghitung PPh terutang tahun pajak 2010 diketahui PPh terutang setahun sebanyak Rp 12.000.000,-.

Angsuran PPh Pasal 25 selama tahun 2010 (12 bulan) sebanyak : Rp 781.250,- x 12 = Rp 9.375.000,-

PPh Pasal 29 yg harus dilunasi oleh KUD A merupakan sebesar : PPh yg terutang – angsuran PPh Pasal 25 Rp12.000.000, – Rp9.375.000,- = Rp2.625.000,00

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS GAJI KARYAWAN

Polan (nir kawin) yg telah mempunyai NPWP adalah karyawan Koperasi, mendapat gaji Rp 1.700.000,-/bulan, tunjangan beras Rp 300.000,-/bulan. Penghitungan PPh pasal 21 adalah menjadi berikut:

Penghasilan bruto : (1.700.000,- + 300.000,-) = Rp 2.000.000,-

Biaya jabatan : (lima% x Rp dua.000.000) = Rp 100.000,-

Iuran purna tugas : = Rp 100.000,-

Penghasilan neto sebulan = Rp 1.800.000,-

Penghasilan neto setahun : (12 x Rp 1.800.000,-) = Rp 21.600.000,-

Penghasilan Tidak Kena Pajak(TK/-) = Rp 15.840.000,-

Penghasilan Kena Pajak = Rp 5.760.000,-

PPh Pasal 21 setahun : lima% x Rp5.760.000,- = Rp 288.000,-

PPh Pasal 21 sebulan : Rp288.000,- : 12 = Rp 24.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 21 ATAS GAJI KARYAWAN

Polan (kawin tanpa tanggungan) yang telah mempunyai NPWP merupakan karyawan Tuan A (UMKM) yang sudah ditunjuk KPP sebagai pemotong PPh Pasal 21 , mendapat honor Rp dua.000.000,-/bulan, Penghitungan PPh pasal 21 adalah sebagai berikut:

Penghasilan bruto : (dua.000.000,- ) = Rp 2.000.000,-

Biaya jabatan : (lima% x Rp 2.000.000) = Rp 100.000,-

Iuran pensiun : = Rp 100.000,-

Penghasilan neto sebulan = Rp 1.800.000,-

Penghasilan neto setahun : (12 x Rp 1.800.000,-) = Rp 21.600.000,-

Penghasilan Tidak Kena Pajak(TK/-) = Rp 17.160.000,-

Penghasilan Kena Pajak = Rp 4.440.000,-

PPh Pasal 21 setahun : lima% x Rp 4.440.000,- = Rp 222.000,-

PPh Pasal 21 sebulan : Rp 222.000,- : 12 = Rp 18.500,-

Baca Juga  Download Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kelas 6 (Enam) SD/MI

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 22 ATAS PEMBELIAN BAHAN-BAHAN UNTUK KEPERLUAN INDUSTRI

Polin adalah UMKM perseorangan (mempunyai NPWP) yang telah ditunjuk KPP sebagai pemungut PPh Pasal 22, membayar Rp10.000.000,- buat pembelian kayu berdasarkan pedagang pengumpul. Besarnya PPh Pasal 22 yang dipungut sang Polin : Rp10.000.000,- x 0,25 = Rp25.000,-

CONTOH PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 22 ATAS IMPOR BARANG

CV Polan (badan mempunyai NPWP) melakukan import barang dengan nilai impor Rp50.000.000,-. CV Polan tidak memiliki Angka Pengenal Impor (API). Besarnya PPh Pasal 22 yg harus disetor oleh CV Polan : Rp50.000.000,- x 7,5% = Rp3.750.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 23 ATAS JASA TERTENTU (SERVICE MESIN ATAU KOMPUTER)

PT Polan (badan mempunyai NPWP) membayar ke perusahaan yg beranjak di bidang service personal komputer dengan nilai jasa Rp5.000.000,-. Besarnya PPh Pasal 23 yang wajib dipotong PT Polan : Rp5.000.000,- x 2% = Rp100.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 23 ATAS JASA TERTENTU (SERVICE MESIN ATAU KOMPUTER)

PT Polan (badan mempunyai NPWP) mendapat penghasilan menurut PT Delta karena memberikan jasa cleaning service dengan nilai kontrak Rp50.000.000,-. Besarnya penghasilan yg diterima PT Polan tersebut yang wajib dipotong PPh Pasal 23 oleh PT Delta merupakan sebagai berikut : Rp50.000.000,- x dua% = Rp1.000.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 26 ATAS PENGHASILAN TERTENTU (ROYALTI)

PT Polan (badan) membayar royalty ke perusahaan yang berada di luar negeri dengan jumlah Rp100.000.000,-. Besarnya PPh Pasal 26 yg harus dipotong PT Polan : Rp100.000.000,- x 20% = Rp20.000.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (dua) ATAS PENGHASILAN DARI PERSEWAAN TANAH DAN ATAU BANGUNAN

CV Polan (badan mempunyai NPWP) membayar pada Tuan A sebanyak Rp10.000.000,-. atas sewa toko. Besarnya PPh Pasal 4 ayat (2) yg harus dipotong CV Polan : Rp10.000.000,- x 10% = Rp1.000.000,-

Baca Juga  Download Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kelas 12 (Dua Belas) SMA/MA

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (dua) ATAS PENGHASILAN DARI USAHA JASA KONSTRUKSI

CV Polan (badan mempunyai NPWP) mendapat penghasilan atas jasa kosntruksi yang diserahkannya ke Dinas Pendidikan kota A sebanyak Rp500.000.000,-. Besarnya PPh Pasal 4 ayat (2) yang harus dipotong Dinas Pendidikan Kota A atas penghasilan yang diterima CV Polan : Rp500.000.000,- x dua% = Rp10.000.000,-

CONTOH PENYETORAN SENDIRI DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 4 AYAT (dua) ATAS PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN

Tuan Bonar (perseorangan memiliki NPWP) mendapat penghasilan atas penjualahan tanah berikut bangunannya sebanyak Rp1.000.000.000,-. Besarnya PPh Pasal 4 ayat (dua) yg wajib disetor sendiri oleh Tuan B atas penghasilan yg diterimanya : Rp1.000.000.000,- x 5% = Rp50.000.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 15 ATAS PENGHASILAN SEWA KAPAL MILIK PERUSAHAAN PELAYARAN DALAM NEGERI

CV Polan (badan mempunyai NPWP) membayar pada PT C yg merupakan perushaan pelayaran sebanyak Rp50.000.000,-. Atas sewa kapal (charter). Besarnya PPh Pasal 15 yang wajib dipotong sang CV Polan :Rp50.000.000,- x 1,2% = Rp600.000,-

CONTOH PENYETORAN SENDIRI DAN PENGHITUNGAN PPh PASAL 15 ATAS PENGHASILAN DARI USAHA PELAYARAN

CV Utama (badan) memiliki usaha perkapalan & mendapat penghasilan atas sewa kapal selama sebulan menurut perseorangan (bukan mutilasi) sebanyak Rp10.000.000,-. Besarnya PPh Pasal 15 yg wajib disetor sendiri sang CV Utama atas penghasilan yang diterimanya :Rp10.000.000,- x 1,2% = Rp120.000,-

CONTOH PEMOTONGAN DAN PENGHITUNGAN PPN ATAS PENJUALAN BARANG KENA PAJAK

CV Polan (telah dikukuhkan menjadi PKP) menyerahkan (menjual) Barang Kena Pajak berupa Alatalat tulis pada pembelinya seharga Rp2.000.000,-. Besarnya PPN yg harus dipungut sang CV Polan dari pembeli: Rp2.000.000,- x 10% = Rp200.000,- Sehingga total yang ditagih CV Polan kepada pembelinya : Rp2.000.000,- + Rp200.000,- =Rp2.200.000,-