//

True Story Kisah Nyata Dibalik Pahitnya Hidupku

  • Bagikan
True Story
True Story
True Story
Ilustrasi image by: Pixabay.com

ProHrd.Org – Cerita True Story Kisah Nyata Dibalik Pahitnya Hidupku, Cinta bukan hanya sepenggal rasa suka, tetapi jauh lebih dari itu. Cinta adalah segunung rasa simpati, sesamudera intuisi empati. Cinta bagaikan sejauh mataku memandang ufuk. Bagaikan mataku melihat laut luas tanpa batas. Ada sebuah lagu Westernis yang mewanti-wanti wanita. Bunyinya, jangan terlalu mencintai pria yang terpilih oleh hatimu, karena cinta itu akan membunuhmu. Lambat atau cepat.

Mungkin itulah cintaku kepada Mas Taufiek Basrah. Pengacaraku, seorang lawyer muda yang berjibaku membelaku di peradilan, yang akhirnya memenangkan aku. Mengalahkan pengguat. Aku dituduh menggelapkan uang perusaaan. Selain dipecat, aku juga dipidanakan. Dilaporkan ke polisi dengan pasal penggelapan. Aku lalu di BAP polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Lalu, dengan alasan agar aku tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatan yang sama dan melarikan diri, maka aku ditahan polisi. Dengan penderitaan fisik dan batin, aku dikerangkeng dalam tahanan polisi.

Hatiku gundah gulana. Otakku jadi galau berat. Tubuhku limbung dan aku terjatuh tak sadarkan diri. Bagaimana tidak, aku tidak melakukan penggelapan itu. Aku bukan pelaku penggelapan seperti dituduhkan. Aku memegang kunci brankas, kasir, mengelola uang dan keuangan perusahaan. Ada seorang penjahat yang membuka brankas itu, uang Rp 4 Milyar raib dan aku dianggap bersekongkol dengan pencuri.

Padahal, aku tidak tau sama sekali dan tidak akan melakukan kejahatan itu. Aku hanyalah seorang karyawati yang loyal, setia dan total mengabdi pada perusahaan. Tidak mungkin aku melakukan itu. Bodoh sekali jika aku mau kaya raya, jadi milyarder dengan mencuri uang perusahaan yang dipercayakan kepadaku. Perusahaan besar yang mempercayaiku, sangat aku hargai dan hormati. Atas kepercayaan yang besar itu, maka aku bersumpah, untuk menjaga kepercayaan itu dengan baik. Bahkan sangat baik.

Ibuku terus menerus menangis, Ibu sedih melihat keadaan ku seperti ini. Sementara ayahku, sudah lama meninggal dunia. Yaitu ketika aku masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Pertama, SMP.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Inggris 2021 – 2022 Pekan 16 tanggal 11 hingga 12 Desember 2021, Disiarkan Langsung SCTV

Selama ini ibuku tidak berdagang lagi. Bejualan daging ayam di Pasar Koplo. Aku yang punya gaji lumayan besar, meminta ibu istirahat di rumah. Semua kebutuhan ibu, aku yang tanggung. Ibu tinggal duduk manis di rumah, memasak, berbenah dan mengaji di kelompok pengajian kampung kami. Lapak jula daging ayam diserahkan kepada adik sepupuh ibu, Tante Malyani. Tante Mal lah yang ambil alih berjualan daging. Dan usahanya itu lancar dengan omzet yang lumayan besar.

Darah ibuku menjadi tinggi setelah aku ditangakap polisi. Terakhir aku dilapori, bahwa darah ibu sampai 190/110. Sungguh sangat tinggi dan berbahaya untuk penyakit jantung koroner ibuku. Apalagi, gula darahnya sampai 500 mg, sungguh angka yang mengkhatirkan dan mencemaskanku sebagai anak tunggal.

  • Bagikan