//

55 Contoh Majas Metafora: Kalimat Dan Puisi Dengan Artinya

  • Bagikan
Ketika berbicara kita bisa menggunakan berbagai macam gaya 55 Contoh Majas Metafora: Kalimat dan Puisi Dengan Artinya

– Ketika mengatakan kita bisa menggunakan berbagai macam gaya. Gaya bahasa sangatlah bermacam-macam.

Salah satu dari gaya bahasa dalam majas. Dan ternyata majas ini memiliki berbagai macam bentuk dan jenisnya.

Kita juga mengenal apa itu majas metafora, majas personifikasi, majas litotes, dan pastinya majas-majas lainnya.

Dan kali ini kita akan membahas tentang majas metafora.

Metafora yaitu majas yang mengungkapkan ungkapan secara pribadi berupa perbandingan analogis.

Dengan majas ini kita membandingkan sesuatu dengan sesuatu lainnya yang memiliki kesamaan sifat.

teladan majas personifikasi
teladan majas metafora
pola majas hiperbola
contoh majas litotes
acuan majas inversi
teladan majas ironi
acuan majas gradasi
teladan majas innuendo

Contoh Metafora Puisi

Di bawah ini yakni teladan majas metafora dalam puisi.

 Ketika berbicara kita bisa menggunakan berbagai macam gaya 55 Contoh Majas Metafora: Kalimat dan Puisi Dengan Artinya

Merangkai Hari

Betapa aku senang
Dengan kehidupan
realita yang begitu indah

Menikmati hari-hari
Dengan belahan jiwa.

Merangkai senang
Lalu kita pajang di rumah.

Bersamamu
aku bahagia.

Bersamamu
Damai di jiwa.

Bintangku

Kaulah bintangku
Yang menebarkan keindahan.

Aku yang kegelapan
Kini mendapatkan kerlip
Dari seberkas cahaya.

Lelaki dan Doa

Seorang laki-laki
Menatap jauh ke depan
Kakinya melangkah gontai
Dia tidak tahu apa yang ada di depan sana.

Yang sudah meninggalkan rumah
Dengan hati yang penuh kegoncangan
Beras telah habis di rumah
Uang pun telah kosong
Habis.

Di antara kepiluan
Ia tetap melangkahkan kaki
Berharap ada rezeki
Yang dapat dipersembahkan untuk si buah hati.

Baginya
Masih ada semua hati
Yang biasa ia gunakan
Untuk berdoa kepada Tuhan.

Nasib ini pasti berganti
Kegelapan digantikan cahaya
Kegersangan digantikan embun

Lelaki itu melangkah.

Lelaki desa

Berjalan di pematang sawah
Pandangannya terlempar jauh
Memandang padi yang masih menghijau.

Di dalam hatinya ada cita-cita
Semoga panen ini akan sukses
Dan ia akan menyunting si kembang desa
Yang juga telah jatuh cinta kepadanya.

Gadis desa yang sederhana
Namun parasnya begitu mempesona
Akhlaqnya amatlah mulia
Bagai cahaya di malam yang gelap gulita.

Lelaki desa senantiasa bekerja
Di bawah cahaya sang surya

Lelaki desa senantiasa berdoa
Di malam hari yang gelap gulita.

Belahan Jiwa

Telah jauh kita melangkah
Dengan kaki yang dialasi cinta
Merangkai hari demi hari
Di dalam perahu yang begitu indah.

Kita sudah melalui bareng
Badai yang menerjang
Saling menguatkan
Di era-kurun kelam.

15 tahun telah
Kita merangkai cinta
Semakin hari makin terasa
Bahwa aku sudah jatuh cinta.

Jatuh cinta yang tak pernah henti
Semakin mendalam hari demi hari
Inilah kebahagiaan
Saat cinta dalam kesetiaan.

Untuk Buah Hatiku

Aku tidak meminta apa-apa
Kepadamu wahai buah hatiku
Yang kupinta ialah
Agar salat mau tetap tersadar.

Sebab engkau akan menjagamu
Menjaga duniamu
Agamamu
Hidup dan mati.

Oh Semestaku

Semenjak perjumpaan janganmu
Aku tahu bahwa engkau adalah matahariku.

Yang menghangatkan
Dinginnya jiwaku.

Yang mencairkan
Bekunya hatiku.

Kaulah bintang gemerlapku

Menjadi sentra dari semestaku.

Tapi aku
Hanya satu bintang
Di antara taburan bintang-bintangmu.

Tak Kusangka

Aku tak menyangka
Dunia itu begitu cepat berganti

Desa desa
Kini sudah menjadi kota.

Sawah-sawah
sudah berganti jadi rumah.

Tapi berubahnya hatimu
Lebih cepat dari itu.

Dahulu yang penuh cinta
Kini telah lupa.

Dahulu kamu serpihan jiwa
Sekarang cuma kenangan saja.

Dunia ini begitu cepat berubah
Tapi berubahnya hatimu lebih cepat dari itu.

Itulah beberapa acuan dari majas metafora baik dalam kalimat maupun puisi. Masih banyak lagi majas-majas lainnya yang mesti dipelajari.

  • Bagikan