Ada 5 Teori Penyimpangan Sosial Menurut Para Mahir (Tokoh Sosiologi)

Teori Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli  Ada 5 Teori Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli (Tokoh Sosiologi)

Sosiologi Info – Apa saja teori yang ada untuk memahami sikap menyimpang atau disebut penyimpangan sosial. 

Setidaknya ada lima teori yang bisa kita pahami untuk mempelajari tanda-tanda fenomena sosial di kehidupan sehari hari masyarakat. 

Sekilas Memahami Definisi (Pengertian) Perilaku Menyimpang 

Memahami sikap menyimpang atau penyimpangan sosial yang dijalankan oleh individu maupun (kalangan) penduduk . 

Pembahasan tema ini berkaitan akrab dengan kajian-kajian dalam Sosiologi. Gejala fenomena sosial yang ada pada perilaku.

Dan tindakan seseorang di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, tidak cocok dengan norma dan nilai yang telah disepakati. Itulah sikap yang disebut masyarakat selaku penyimpangan sosial. 

Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa sikap menyimpang diartikan sebagai tingkat laku, perubahan.

Atau balasan seseorang kepada lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat tersebut.

Kehidupan sehari-hari kita selaku penduduk dalam melakukan aktivitas sosial, dan langkah-langkah sosial dijalankan sesuai dengan norma yang berlaku. Ada batas-batas-batasan yang dikelola dan disepakati bersama. 

Siapa yang melaksanakan pelanggaran kepada hukum tersebut maka siap-siap hukuman akan menunggu selaku hukumannya. 

Definisi lain menyebutkan bahwa perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dalam penduduk . 

Dimana pelaku yang melaksanakan penyimpangan itu disebut devian (Deviant). Adapun sikap yang cocok dengan norma dan nilai yang berlaku dalam penduduk adalah disebut konformitas. 

Perilaku menyimpang ialah tindakan yang tidak cocok dengan kaidah dan norma-norma yang berlaku di dalam lingkungan kehidupan sosial penduduk . 

Apa Kata Para Ahli Tentang Perilaku Menyimpang

Kemudian, menurut Robert M Z Lawang, menerangkan bahwa perilaku menyimpang yakni semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam metode sosial.

Baca Juga  JUKNIS APRESIASI GURU DAN TENAGA KEPENDIKKAN TK, SLB, SD, SMP, SMA, SMK TAHUN 2021 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Dan menyebabkan perjuangan dari mereka yang berwenang dalam metode itu untuk memperbaiki sikap menyimpang tersebut.

Selanjutnya, berdasarkan G Kertasapoetra, menyampaikan bahwa sikap menyimpang sebuah perilaku yang diekspresikan oleh seseorang.

Atau sekelompok orang anggota masyarakat yang secara sadar atau tidak sadar, tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku. Dan telah diterima oleh sebagian besar anggota penduduk . 

Terakhir menurut James W Van DerZanden menerangkan perilaku menyimpang merupakan sikap yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. 

Walaupun masyarakat berupaya semoga setiap anggotanya dapat berperilaku sesuai dengan norma dan nilai serta cita-cita masayrakat. 

Namun, dalam setiap penduduk selalu ditemui adanya anggota yang melakukan penyimpangan tersebut.

Dengan demikian, sikap menyimpang atau penyimpangan sosial yakni  sebuah langkah-langkah, sikap seseorang yang dilaksanakan tidak lagi sesuai dengan norma, nilai, dan akad/konsensus. 

Adanya norma dan nilai sosial yang dilanggar oleh seseorang individu atau penduduk , sehingga dipandang rendah atau tercela sebuah langkah-langkah/sikap tersebut. 

Selanjutnya untuk memahami apa saja teori-teori penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh para mahir atau tokoh (sosiologi). Simak ulasannya dibawah ini. 

Teori Teori Penyimpangan Sosial

Pemahaman perihal sikap menyimpang ini juga mesti ada dasar dan pondasi yang diberikan adalah adanya kerangka teori. 

Gunanya untuk lebih mempertajam dan memperlihatkan pondasi dalam menganlisis suatu fenomena sosial atau gejala sosial kemasyarakatan.

Dalam hal ini perilaku atau tindakan sosial yang menyimpang dari norma dan nilai yang berlaku di kehidupan masyarakat sehari-harinya. 

Lalu, apa saja teori teorinya ? Berikut dibawah ini penjelasannya, yaitu : 

Pertama, Teori Differential Association

Pandangan teori ini menyebutkan bahwa penyimpangan sosial bersumber dari pada pergaulan yang berlainan dimana terjadi melalui proses alih budaya (peralihan kebudayaan).

Baca Juga  Contoh Soal UAS/PAT Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum 2013 (2021)~Part2 - Kumpulan Soal

Menurut Edwin H Sutherland, penyimpangan yang bersumber pada Differential Association (Pergaulan Berbeda). Penyimpangan disini dipelajari melalui proses alih budaya atau cultural transmission.

Selanjutnya, lewat proses berguru, seseorang mempelajari suatu deviant sub-culture atau suatu sub kebudayaan menyimpang. 

Kedua, Teori Labeling

Menurut persepsi teori ini seseorang menjadi menyimpang alasannya adanya proses labeling, tunjangan julukan, cap, etiket, dan merek yang diberikan oleh penduduk . 

Dengan demikian, menimbulkan seseorang melakukan penyimpangan sosial. Karena adanya pengaruh buruk akhir santunan labeling tersebut. 

Selanjutnya, berdasarkan Edwin M Lemmert menunjukkan persepsi bahwa penyimpangan itu terjadi. 

Karena masyarakat telah menawarkan cap atau julukan label negatif kepada seseorang yang sudah melaksanakan penyimpangan primer. 

Contohnya mirip pencuri, perampok, penipu, dan yang lain. Ketika seseorang menerima cap/labeling.

Maka kecenderungan untuk mengulanginya lagi perbuatan jahat tersebut, yang menyimpang dari norma dan nilai. 

Ketiga, Teori Struktur Sosial Robert K Merton

Menurut pandangan teori ini, penyimpangan yang dijalankan seseorang bersumber dari adanya struktur sosial. 

Menurut Merton, terjadi alasannya adalah sikap menyimpang itu selaku bentuk pembiasaan terhadap situasi tertentu.

Selanjutnya dalam pemahaman Merton, sikap menyimpang ini ialah cerminan dari tidak adanya.

Kaitan antara aspirasi yang ditetapkan kebudayaan dan cara yang dibenarkan struktur sosial untuk mencapai tujuan. 

Dengan demikian, akan menciptakan adanya tekanan kearah Anomi. Teori anomie ini memperlihatkan penjelasan bahwa.

Suatu perilaku menyimpang dapat terjadi, sebab sesorang merasa dirinya tidak dikenal atau tidak mudah dikenali. 

Misalnya ketika seseorang berada di kerumunan atau daerah asing yang tidak ada yang mengenalinya. 

Begitu juga adanya teori kesempatan yang memberikan klarifikasi, sikap menyimpang dapat terjadi alasannya seseorang merasa.

Mendapatkan peluang untuk melaksanakan sesuatu (yang menyimpang tidak cocok lagi dengan norma dan nilai).

Baca Juga  Contoh Soal UAS/PAT Biologi Kelas 11 Semester 2 Kurikulum 2013 (2021

Keempat, Teori Fungsi Emile Durkheim

Menurutnya bahwa kesadaran akhlak semua anggota penduduk tidak mungkin terjadi. Ia menyebut hal ini alasannya setiap orang berlainan-beda.

Dari satu sama lainnya, seperti tergantung faktor keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Lanjut Durkheim, kejahatan itu perlu semoga moralitas dan aturan itu meningkat secara formal. 

Ada empat fungsi sikap menyimpang adalah : 

1. Dapat memperkokoh nilai dan norma sosial 

2. Dapat memperjelas batas-batas-batas adab

3. Dapat menumbuhkan adanya kesatuan penduduk

4. Dapat mendorong adanya pergeseran sosial 

Kelima, Teori Konflik Karl Marx

Menurutnya kejahatan sangat erat keterkaitannya dengan pertumbuhan kapitalisme. Ia menyebut teori ini merupakan upaya mengetahui perilaku menyimpang cuma dalam persepsi kelas yang berkuasa untuk melindungi kepentingan kekuasaan mereka. 

Pendekatan teori konflik ini kepada penyimpangan yang paling banyak terjadi atau diaplikasikan terhadap ranah kejahatan. Meskipun adanya juga digunakan dalam bentuk penyimpangan lainnya. 

Nah itulah sekilas mengerti apa itu perilaku menyimpang atau penjelasan penyimpangan sosial beserta teori-teori yang dipakai. 

Sumber Referensi :

Modul Pembelajaran Sekolah Menengan Atas Sosiologi Kelas X

Categories Uncategorized Tags Teori