Pemahaman Sosiologi Aturan Dan Contohnya Di Masyarakat

Pengertian Sosiologi Hukum Dan Contohnya Di Masyarakat Pengertian Sosiologi Hukum Dan Contohnya Di Masyarakat

Pengertian Sosiologi Hukum Dan Contohnya Di Masyarakat Pengertian Sosiologi Hukum Dan Contohnya Di Masyarakat

Sosiologi Info– Apa sih definisi dari Sosiologi Hukum, pernah mendengar dan membacanya ? Nah bila belum yuk coba ketahui pengertiannya dan pola masalah fenomena sosial di kehidupan masyarakat. 

Penulis : Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) Novran Juliandri Bhakti

Sekilas Memahami Pengertian

Sosiologi dalam perkembangan ketika ini makin memberikan dampak yang nyata terhadap pertumbuhan ilmu wawasan. 

Terkhususnya dalam ilmu sosial. Sosiologi kemudian berkembang dengan beberapa sub disiplin ilmu, seperti sosiologi ekonomi, sosiologi pendidikan, sosiologi agama, dan banyak lagi.

Nah kali ini salah satunya, yakni kita akan membicarakan suatu cabang ilmu yang ada di Sosiologi, yaitu Sosiologi aturan. 

Mungkin beberapa teman-sahabat masih gila dengan sosiologi aturan ini, untuk itu mari kita akan membahasnya lebih rincian dengan bahasa yang mudah dikenali. 

Perihal pemahaman atau definisi dari Sosiologi Hukum itu sendiri, apa sih penjelasannya ? Merujuk dari buku “Sosiologi Hukum yang ditulis oleh Dr Fithriatus Shalihah, S.H, M.H.” Ada beberapa pendapat mahir tentang sosiologi aturan ini.

Pertama, menurut C.J.M Schuyt, sosiologi hukum yakni mengungkapkan alasannya adalah atau latar belakang timbulnya antara tata tertib penduduk yang dicita-citakan dengan keadaan masyarakat yang ada di dalam realita. 

Yang kedua, berdasarkan Soerjono Soekanto sosiologi hukum ialah sebuah cabang ilmu wawasan yang secara analitis dan empiris.

Menganalisa atau mempelajari korelasi timbal balik antara aturan dengan gejala-gejala lainnya.

Jadi dari dua definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa sosiologi hukum adalah cabang ilmu sosiologi yang membahas tentang tanda-tanda sosial yang ditimbulkan oleh sebuah aturan.

Atau bisa juga diartikan selaku bagaimana pengaruh aturan dan norma yang berlaku bagi penduduk . 

Setelah masuk ke definisinya, kita masuk pada sejarah berkembangnya disiplin ilmu ini hadir di Indonesia. Mengutip dari goresan pena Mira Hasti Hasmira, SH, M.Si.

Baca Juga  JADWAL DAN LINK PENDAFTARAN REKRUTMEN BARU PENDAMPING LOKAL DESA (PLD) TAHUN 2021 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Dimana dijelaskan bahwa kelahiran disiplin ilmu sosiologi hukum dimulai saat Mochtar Kusumaatmadja menciptakan dan mengembangkan.

Konsep filsafat hukum “aturan sebagai fasilitas untuk mengganti penduduk ” yang dimodifikasi dan adaptasi dari konsep law as a tool of social engineering-nya. 

Dalam melaksanakan konsep tersebut, disusun teori-teori aturan yang sosiologis, sehingga pada tahun 1976 resmilah Sosiologi Hukum selaku mata kuliah wajib. 

Itu beberapa kutipan yang saya baca dan saya ambil dari beberapa sumber. Dalam sosiologi, banyak hal yang mampu dikaji dan dijadikan perspektif gres yang segar. 

Hal-hal yang dikaji dalam kehidupan, tak terlupakan dalam pandangan sosiologi khususnya aturan. 

Dengan sosiologi aturan kita mampu memperkaya perspektif wacana hukum yang berkaitan dengan konteks sosialnya. 

Lebih lanjut, kita bisa menyaksikan dari sisi efektivitas hukum itu berkhasiat untuk penduduk . 

Contoh Kasus dalam Memahami Sosiologi Hukum

Contoh berhubungan yang bisa kita ambil yaitu, saat urusan kekerasan seksual dan diterbitkannya suatu peraturan baru adalah Permendikbud No 30 Tahun 2021 oleh Kemendikbud-Ristek. 

Nah kita mampu menilai bahwa Kemendikbud-Ristek ini sebelum membuat suatu aturan, pasti ia melihat suatu fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. 

Setelah mengkaji fenomena, barulah ditetapkannya Peraturan tersebut. Kekerasan seksual banyak terjadi di Indonesia remaja ini, utamanya di ranah pendidikan. 

Sebagai bukti adanya jaminan keselamatan bagi seluruh civitas akademika, pasti ada payung aturan yang melindunginya. 

Hal ini bermaksud biar tidak terjadi lagi perkara serupa, dan ada tindak lanjut untuk memproses para pelaku dan memberi hak terhadap para penyintas. 

Nah dari hal tersebut kita bisa menganggap, bagaimana hukum ini memberi efek yang signifikan bagi masyarakat. 

Hukum dibutuhkan bukan hanya untuk melindungi, tetapi untuk mempertahankan sebuah keteraturan sosial. Nah dikala sebuah aturan lemah untuk menanggulangi sesuatu hal, maka fenomena sosial timbul terjadi

Baca Juga  Buku Sekolah Elektronik (BSE) Kelas 5 (Lima) SD/MI

Nih pola kecil saja, kita bisa melihat dari bermacam-macam sumber info bahwa saat orang orang yang memiliki pangkat, jabatan, kekuasaan, dan uang ia mampu dengan mudah untuk keluar dari jeratan hukum. 

Kalau dapat pun, paling tidak seberapa dan tidak seimbang dengan kesalahan yang ia buat. Sedangkan penduduk sipil, menengah kebawah, rakyat biasa.

Bahkan kaum marjinal sukar untuk mendapatkan derma aturan yang patut. 

Efektivitas hukum dipertanyakan, penegakan hukum dianggap tidak adil sehingga timbullah sebuah pepatah “aturan tumpul ke atas dan runcing ke bawah.” 

Nah itulah sekilas pengertian dan klarifikasi mengenai Pengertian Sosiologi Hukum dan Contohnya di Masyarakat.

Sumber Referensi : 

(SH, 2015)SH, M. S. M. H. H. (2015). Bahan Ajar Sosiologi Hukum. 1–137.

Umanailo, M. C. B. (2017). Sosiologi Hukum. https://doi.org/10.31219/osf.io/5ymwh