Perilaku Menyimpang Dalam Perspektif Sosiologis Dan Contohnya

Perilaku Menyimpang Dalam Perspektif Sosiologis Dan Contohnya Perilaku Menyimpang Dalam Perspektif Sosiologis Dan Contohnya

Perilaku Menyimpang Dalam Perspektif Sosiologis Dan Contohnya Perilaku Menyimpang Dalam Perspektif Sosiologis Dan Contohnya

Sosiologi Info – Bagaimana penjelasan dari sikap menyimpang dalam perspektif sosiologis yang terjadi di masyarakat pada kehidupan sehari harinya.

Nah untuk menjawab pertanyaan diatas, kau mampu membaca klarifikasi singkat berikut ini mengenai topik sikap menyimpang berdasarkan sosiologis. Yuk baca.

Perilaku Menyimpang

Kehidupan sosial yang terus terjalin antara setiap individu di dalam sebuah masyarakat, dan golongan sosial, telah tentu tidak selalu berlangsung dengan sesuai norma dan nilai. 

Bisa saja dalam proses dan kekerabatan sosial itu terjadi sikap menyimpang yang dikerjakan oleh sebagian orang maupun sebagian golongan masyarakat. 

Itu mampu saja terjadi, terlebih dengan kompleksitasnya kehidupan masyarakat membuat seseorang terjebak dalam melakukan sikap menyimpang tersebut.

Ada tiga perspektif untuk menentukan sebuah perilaku menyimpang yakni perspektif absolutist, normative, dan reactive. 

Penjelasan dari ketiga perspektif yaitu pada perspektif absolutist menawarkan pertimbangan bahwa mutu atau karakteristik perilaku menyimpang bersifat instrinsik.

Terlepas dari bagaimana ia dinilai. Perilaku menyimpang ditentukan bukan dengan norma, kebiasaan atau aturan sosial. 

Selanjutnya, perspektif normative memberikan usulan bahwa sikap menyimpang mampu didefinikan selaku setiap perilaku yang tidak berhasil beradaptasi.

Dengan kehendak penduduk atau kelompok tertentu di dalam masyarakat tersebut. Nah dengan demikian, sebuah langkah-langkah dibilang menyimpang atau tidak.

Ditentukan oleh batas-batas batas-batas norma kemasyarakatan atau budaya. 

Kemudian, untuk persepktif reactive, mengatakan sikap menyimpang dapat ditemukan dalam bagaimana secara nyata dia dinilai. 

Pada realitasnya di kehidupan sosial masyarakat sikap menyimpang ini mampu dijalankan oleh individu maupun golongan yang lebih besar lagi.

Perilaku menyimpang dilaksanakan oleh seseorang karena telah tidak sesuai lagi dengan nilai, norma yang telah menjadi konsensus.

Tapi, hal itu dilakukan menyimpang oleh seseorang yang mana justru malah berseberangan dengan suatu norma dan nilai penduduk tersebut. 

Baca Juga  Contoh Tes Logika Numerik / Contoh Soal Tes Logika Penalaran Beserta Jawabannya ... / Ruang Lingkup Tes Numerik Meliputi Perhitungan Estimasi Interpretasi Data Dan Logika Matematika Serta Barisan Dan Deret.

Lalu bagaimana persepsi sosiologis dalam menyaksikan suatu sikap menyimpang di dalam masyarakat tersebut. Yuk baca dibawah ini ya.

Persepktif Sosiologis dalam Memandang Perilaku Sosiologis

Ada aneka macam teori sosiologi yang memberikan penjelasannya terhadap perilaku menyimpang dalam masyarakat, baik teori klasik maupun sosiologi modern. 

Kita mulai dari tokoh sosiologi Emile Durkheim, yang menerangkan rancangan anomie. Dimana situasi tanpa norma dan arah yang menyebabkan.

Adanya langkah-langkah yang tidak selaras dengan kultur terhadap realita sosial. Kemudian, ada tokoh sosiologi Robert K Merton.

Dimana ia mencoba untuk menghubungkan anomie dengan penyimpangan sosial. Dia mengatakan sebagai balasan dari proses sosialisasi.

Individu belajar untuk mengenal tujuan tujuan penting dalam kebudayaan dan mempelajari cara untuk mencapai sebuah tujuan itu yang selaras dengan kebudayaan tersebut.

Nah dimana bila peluang dalam meraih tujuan tidak ada atau tidak mungkin terjadi, maka biasanya individu akan mencari sebuah alternatif.

Maupun perilaku alternatif yang biasanya perilakunya itu menyimpang. Merton membagikan ada empat perilaku menyimpang dalam masyarakat.

Yaitu ada penemuan, ritualisme, peneduhan diri atau retreatisme, dan pemberontakan atau rebellion.

Penjelasan dan pemahaman dari keempat tipe jenis sikap menyimpang oleh Merton yaitu sebagai berikut :

1. Inovasi

Perilaku seseorang yang menerima suatu tujuan secara pribadi dari budaya namun ia menolak cara cara yang telah disepakati dan diterima oleh penduduk banyak dan luas. 

Contohnya seseorang untuk mencapai berhasil maupun hidup pantas pasti dia akan bersusah payah sesuai dengan pekerjaan halalnya.

Namun, ada sebagian orang yang bekerja dengan cara yang tidak disepakati oleh masyarakat atau menyimpang. Seperti mencuri, merampok, menipu, dan pola penyimpangan lainnya. 

2. Ritualisme

Perilaku ini terjadi manakala seseorang menerima cara cara yang diperkenankan secara kultural tetapi menolak tujuan tujuan dari kebudayaan tersebut. 

Baca Juga  Pemahaman Pengendalian Sosial Berdasarkan Para Hebat

Contohnya, seseorang pengendara motor yang menggunakan helm, lengkap dengan spion, dan sim, bukan sebab takut kecelakaan atau demi keamanan berlalu lintas. 

Melainkan dia takut dalam mendapatkan tilang kalau melanggar hal tersebut. 

3. Retreatisme

Perilaku menyimpang ini terjadi apabila saat seseorang menolak baik baik cara maupun tujuan yang diperkenankan dalam budaya penduduk .

Tanpa dia mengganti budaya yang baru tersebut. Contohnya mampu kita lihat pada orang pemabuk, orang pecandu obat, dan orang yang menjadi gepeng di jalanan, serta pola yang lain.

4. Rebellion

Pada sikap ini terjadi saat seseorang yang menolak baik cara cara maupun tujuan yang ada di masyarakat yang diperkenankan secara budaya.

Dengan memakai sebauh budaya gres atau desain baru. Contohnya yakni reformasi yang terjadi dalam agama yang memunculkan adanya agama Nasrani.

Begitu juga contoh adanya reformasi di Indonesia pada tahun 1998 yang mengganti abad orde gres menjadi era reformasi sampai kini.

Nah itulah sekilas penjelasan dan pengertian mengenai topik pembahasan tentang Perilaku Menyimpang dalam Perspektif Sosiologis dan Contohnya.

Sumber Referensi : 

Perilaku Menyimpang dalam Perspektif Sosiologis oleh Suyato Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan dan Hukum Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta